Semarang Zoo Alami Lonjakan Pengunjung Gegara SE Satgas Covid, Animals Show Siap Digelar

Antrian rombongan pengunjung saat memasuki pintu masuk Semarang Zoo. (qq)

SEMARANG, Kebun Binatang Semarang atau Semarang Zoo yang mengalami lonjakan pengunjung hingga 10 persen dalam sepekan. Hal ini menyusul adanya Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri yang salah satu isinya menghapus kewajiban tes PCR atau tes Antigen bagi yang telah divaksinasi dosis lengkap atau booster bagi pelaku perjalanan domestik

“Memang ada lonjakan pengunjung dan rata-rata dari luar kota juga. Jika berjalan lancar, kita optimis bisa kembali normal,” kata Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin saat ditemui disela aktivitasnya, Sabtu (19/3/2022).

Bahkan, menurutnya, kenaikan jumlah wisatawan di kebun binatang yang berdekatan dengan pintu tol Kendal-Semarang tersebut juga berasal dari luar Jawa Tengah, “Dari luar provinsi (Jateng) pun berlibur di Semarang Zoo usai penerapan aturan itu,” ungkapnya.

“Jadi perlahan sudah mulai naik ini (kunjungan). Dari yang biasanya rata-rata (wisatawan) lokal, ini mulai dari luar kota. Kemudian ada juga dari Jawa Barat dan dari Kalimantan juga,” urainya melanjutkan.

Menurut dia, aturan tersebut selaras dengan target Semarang Zoo pada tahun ini, yakni promosi dan pembenahan bangunan. Tujuannya untuk menarik daya wisatawan dari manca negara. Dia contohkan salah satu promosi dengan menggelar Animals Show yang sudah memasuki tahapan trial (percobaan) dan pembangunan area pertunjukan semacam teater terbuka.

“Jadi ini (Animals swow) itu lebih kepada edukasi satwa terhadap pengunjung. Atau interaksi yang hanpir kayak sirkus tapi lebih kepada pendidikan. Konsep itu dipilih karena target kita edukasi show, kita akan memberikan pengetahuan disana (Semarang Zoo). Kita sudah buat gedung, sudah jalan dan tinggal proges saja,” tandasnya.

Lebih jauh Choirul Awaludin menerangkan, Animals Show sementara ini digelar di ruang tertutup, yakni ruang multi media, “Animals Show ini sudah kita trial di tempat dengan skala kecil, bisa juga kita gelar lagi besok (Minggu), Minggu depan atau bahkan tiap akhir pekan, tergantung kondisi yang ada. Kalau semua fasilitasnya sudah siap, akan kita gelar di tribun terbuka yang lebih luas,” ungkapnya.

Pembangunan tribun, lanjutnya saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dan juga sudah bisa digunakan untuk melatih hewan, “Kalau tribun baru sudah jadi, kita alihkan di sana dengan penampilan yang sebenarnya,” terangnya.

Sementara, Pimpinan Produksi Animals Show, drh. Hendrik Tri Setiawan menambahkan, akan menampilkan burung kakatua jambul kuning, rangkok julang emas, elang bondol, elang bido, binturong, kucing, anjing pudle, dan sebagainya.

Animals Show menampilkan Kakatua jambul kuning yang terampil mengerek bendera, membuang sampah ke dalam tempatnya, membedakan warna, dan memasukkan bola dalam keranjang sebagai pembuka pertunjukan.

Menurutnya, trial sebagai tahap promosi pertunjukan hewan sudah digelar pada tiap akhir pekan pada jam 11.00 dan 13.00 WIB dengan potongan voucher sebesar Rp.5 ribu dari tiket masuk Semarang Zoo, “Untuk pentas trial Animals Show sudah kita gelar lebih dari lima kali dengan voucher potongan senilai Rp.5 ribu untuk satu rombongan, voucher bisa Anda dapatkan langsung dari loket masuk,” jelasnya.

Teknisnya, 1 (satu) voucher diberikan untuk 1 (satu) rombongan atau keluarga, namun berlaku untuk semua anggota dalam rombongan, “Jadi semisal ada satu keluarga lima orang akan diberi satu voucher yang berlaku untuk satu anggota keluarga, 5 orang dapat potongan Rp.25 ribu,” jelasnya.

Lebih lanjut Hendrik menerangkan, program Animals Show akan terus dikembangkan dengan beberapa hewan. Dia sebut antara lain lingsang, ular phyton, bebek, burung merpati, dan gajah.

Meski berbentuk pertunjukan, menurutnya gelaran pertunjukan satwa merupakan konten edukasi, berbeda dengan atraksi binatang yang mengekspose kemampuan hewan di luar batas kewajaran, “Kita menampilkan hewan sesuai dengan kemampuan aslinya bukan sebatas untuk dinikmati saja, lebih dari itu untuk memberikan edukasi, kita hanya mengemas sedemikian rupa untuk menujukkan kemampuan asli hewan yang jarang kita ketahui,” tandasnya. (qq)