oleh

Polisi Tak Main Main, Pidanakan Tersangka Pengancam Nakes Yang Tengah Bertugas di Tanon Sragen

Polres Sragen – Dipicu sakit hati dan kecewa, tersangka berinisial S warga Tanon Sragen, kemudian mengancam seorang tenaga medis yang akan melakukan tugas penjemputan terhadap pasien positif Covid 19 di kecamatan Tanon Sragen. Rabu (07/07/2021)

 

Kejadian tersebut, seperti di sampaikan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi dalam konferensi persnya, di Mapolres Sragen.

 

Lebih lanjut Kapolres menguraikan kejadian pengancaman terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Tanon II ini, dipicu karena merasa sakit hati dan kecewa.

 

“ pelaku berinisial S, merasa sakit hati dan kecewa terhadap ucapan korban atau tenaga kesehatan tersebut. Saat itu tersangka meminta korban untuk mengecek kondisi mertuanya yang pernah positif covid. Ucapan korban bagi tersangka serasa menyakitkan, sehingga ia nekat melakukan pengancaman dengan menggunakan sebilah golok, “ papar Kapolres.

 

Kejadian bermula saat korban bersama rekannya tengah bertugas melaksanakan penjemputan terhadap warga terpapar Covid 19 untuk dapat di lakukan diisolasi secara terpusat di Tecknopark Sragen agar pengawasannya baik secara aktifitas maupun secara medis lebih ketat.

 

“Namun pada saat melaksanakan tugas, korban belum berhasil melakukan penjemputan, dan saat  akan kembali ke puskesmas bertemu dengan tersangka. Kemudian tersangka melakukan pengancaman terhadap tenaga medis tersebut, “

 

Ini adalah hal yang perlu kita antisipasi bersama, dalam rangka penanggulangan Covid 19 yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Tidak ada jalan lain untuk dapat melaksanakan isolasi secara terpusat. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, “ tambahnya.

 

“Tidak ada yang bisa menghalangi petugas dalam rangka menyelamatkan masyarakat. oleh karena itu ini sebagai pembelajaran kepada seluruh masyarakat, jangan sekali sekali melakukan perlawanan terhadap petugas. Meskipun petugas tenaga kesehatan itu tidak di kawal oleh petugas keamanan, namun mereka di lindungi oleh undang undang, “

 

‘Atas tindak pidana yang ia lakukan, tersangka diancam dengan undang undang Darurat RI No. 12 tahun 1951 pasal 2 ayat (1) tentang menguasai senjata tajam, dengan ancaman hukuman setinggi tingginya 10 tahun, serta kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang atau perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana di maksud pasal 335 KUHP ancaman hukuman 1 tahun, “ pungkasnya.

 

(Humas Polres Sragen)

 

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed