oleh

Kabar Terbaru- Teknik Menentukan Benur Udang Yang Berkualitas

TEKNIK MEMILIH BENUR UDANG YANG BERKUALITAS Kabar Terbaru- TEKNIK MEMILIH BENUR UDANG YANG BERKUALITAS
Benur udang

TEKNIK MEMILIH BENUR UDANG YANG BERKUALITAS – Benur merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya udang. 

Jіkа ada 100% уаng mendorong keberhasilan dalam budidaya, maka benur memegang peranan sebanyak 50%. 


Sehingga dі sini sangatlah penting јіkа kita bіѕа mengetahui ciri-ciri benur уаng kualitasnya baik. Kualitas benur уаng baik аkаn memperlihatkan pertumbuhan уаng lebih baik dan panen lebih cepat, 


ѕеlаіn іtu јugа pemilihan benur уаng baik dараt mengurangi resiko penyakit dan kegagalan. Kualitas benur уаng baik dараt diamati dan diuji baik secara visual, mikroskopis, mikrobiologis hіnggа PCR.

TEKNIK MEMILIH BENUR UDANG YANG BERKUALITAS

Sejarah Pemilihan Benur

  • Sebelum tahun 1990 : Pengamatan visual saja
  • Tahun 1990 – 2000 : Pengamatan mikroskopis (Skoring), Tes MBV, Tes Vibrio
  • Tahun 2000 – kini : Tes PCR, Benur SPF

Pemeriksaan Kualitas Benur

Tingkat 1 : Pengamatan visual, Stress test, Formaline test


Pengamatan Visual Kualitas benur Udang

  • Benur windu PL-13 : 10 mm
  • Benur vaname PL-10 : 8 mm
  • Keseragaman: Coeff. Variation < 25% (ideal < 15%)
  • Warna : pigmen bening atau gelap (tidak merah, putih keruh atau kebiru-biruan).
  • Aktivitas : gerakan aktif dan tidak ada kematian.
  • Antena lurus (tidak membentuk abjad V), ekor membuka.
  • Tingkah laris : melompat saat wadah diketuk, berenang melawan arus, melekat di dasar/dinding.
  • Hepatopancreas penuh berwarna gelap (kecoklatan / kehitaman tergantung makanan)
  • Usus penuh membentuk garis lurus.


CV (Coeffisien Variation)
Street Test














  1. Air dari kolam benur dicampur dengan air tawar dengan perbandingan 1 : 1.
  2. Masukkan benur 300 ekor tunggu 3 jam.
  3. Setelah 3 jam hitung benur yang masih aktif (bergerak saat disentuh).


Penghitungan :
SR = (benur yang aktif/total sampel benur) x 100%
Dinyatakan lolos bila SR > 75%
Jelek bila SR < 75%

Formaline test
  1. Air dari kolam benur diberi formaline dengan takaran 100 ppm (0,1 ml / liter).
  2. Masukkan benur 300 ekor tunggu 1 jam.
  3. Setelah 1 jam hitung benur yang masih aktif (bergerak saat disentuh).


Penghitungan :

– SR = (benur yang aktif/total sampel benur) x 100%

– Dinyatakan lolos bila SR > 75% (>90% excelent)

Jelek bila SR < 75%
Tingkat 2 : Pengamatan mikroskopis

Fungsinya untuk mendapat informasi yang lebih detail perihal kondisi benur. Peralatan yang diharapkan :
  1. Mikroskop, beaker, slide / coverslip
  2. Malachyte green (pewarnaan MBV)
  3. Drop pipet, disecting set
  4. Random sampling: 100 ekor / bak; 15 – 25 untuk diperiksa
  5. Hasil secara kuantitatif – metode skoring.


Kriteria Pemeriksaan

1. Kondisi hepatopancreas : Menunjukkan kemampuan cerna, penyakit
kondisi hepatopancrase
















2. Kondisi otot : Harus mulus/bersih. Kelainan otot mengambarkan stress
















3. Muscle-gut ratio (MGR) : Perkembangan otot baik.














4. Fouling : Tidak ada penempelan
























5. Necrosis (deformity) : Perkembangan abnormal
























5. MBV Occlusion bodies : Indikasi stress














Tingkat 3 : Pengamatan mikrobiologi, Tes penyakit dengan PCR

Meliputi investigasi mikrobiologis dan tes PCR.

1. Uji Mikrobiologis
  • Hancurkan sampel udang yang telah diambil secara random, kultur 1 loop sampel pada media TCBS.
  • Kriteria lolos tes: Vibrio kuning < 80 koloni; Vibrio hijau    < 60 koloni; Vibrio nyala (tidak ada)
  • Vibrio hijau lebih bersifat pathogen.










2. Uji PCR (Polymerase Change Reaction)
Uji PCR pada benur meliputi:
  • WSSV (white spot)
  • IHHNV
  • TSV
  • IMNV

Baca Juga; Azolla Pakan altrernatif Budidaya Ikan

Hasil uji keempat virus harus memperlihatkan negative test

Bila salah satu positif, maka benur dinyatakan tidak lolos tes.




















Baca Juga ; Obat Herbal Untuk Penyakit Ikan

KESIMPULAN

Kriteria benur yang baik :
  1. Uji PCR semua harus negatif
  2. Uji mikroskopis nilai tertinggi 60, bila total nilai 50 atau lebih berarti lolos dan bila kurang dari 50 berarti tidak lolos (jelek), bila ada 3 yang nilainya 0 berarti tidak lolos
  3. Pengamatan visual, stress test, tes vibrio harus baik. (lihat hasil tes)


sumber : Suprapto. Shrimp Club Indonesia.

Semoga Bermanfaat…

Baca Juga ; Faktor Pemicu Ikan Sakit

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed