oleh

Kabar Terbaru- Teknik Cara Budidaya Tanaman Sorgum

Cara dalam berbudidaya menawarkan warta untuk teman semuanya yang sekiranya sedang mencari solusi bagaimana dalam menuntaskan problema. Karena mencari warta sangatlah penting bagi kita untuk perjuangan yang sedang kita lakukan semoga sanggup memperoleh hasil yang maksimal. Karena itu berikut yaitu warta mengenai Budidaya Tanaman Sorgum yang kami berikan untuk anda semuanya, simak baik-baik informasinya.
Teknik Budidaya Tanaman SorgumJika dilihat sekilas tumbuhan sorgum menyerupai dengan tumbuhan jagung. Di Indonesia sorgum masih jarang dimanfaatkan atau diolah manjadi makanan. Padahal, sorgum mengandung karbohidrat yang sama baiknya dengan beras. Di Indonesia produksi tumbuhan sorgum masih rendah dibandingkan produksi di beberapa negara di Asia tenggara. Tanaman sorgum ini sanggup tumbuh walaupun dalam kondisi kekeringan dan sanggup terus tumbuh walaupun telah dipangkas batangnya. tumbuhan sorgum harus lebih dikembangkan di Indonesia.
 Cara dalam berbudidaya menawarkan warta untuk teman semuanya yang sekiranya sedang me Kabar Terbaru- Teknik Cara Budidaya Tanaman Sorgum

Teknik Budidaya Tanaman Sorgum

Sorgum (Sorghum bicolor L) bukan tumbuhan orisinil Indonesia, tapi berasal dari wilayah sekitar sungai Niger di Afrika. Domestika sorgum dari Etiopia ke Mesir dilaporkan telah terjadi sekitar 3000 tahun sebelum masehi.Di Indonesia sorgum telah usang dikenal oleh petani khususnya di Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa dengan nama Cantel dan sering ditanam sebagai tumbuhan sela atau tumpangsari. Budidaya tumbuhan sorgum di Indonesia masih sangat terbatas bahkan belum begitu terkenal di masyarakat. padahal sorgum mempunyai potensi besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan secara komersial alasannya mempunyai daya pembiasaan yang luas, produktivitas tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit tumbuhan serta lebih tahan terhadap kondisi marjinal (kekeringan, salinitas dan lahan masam).
Pengembangan jenis tumbuhan pangan ini akan sanggup berhasil apabila disertai dengan penerapan paket teknologi yang mencakup unit acara pembudidayaan dan pengolahan yang sederhana di tingkat petani. Pakar teknologi tersebut yaitu sebagai berikut :

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah untuk sorgum usang dengan jagung, yaitu dibajak satu atau dua kali, digaru kemudian diratakan. Tanah yang telah siap ditanami harus higienis dari gulma eksekusi alam fase pertumbuhan sorgum agak lambat kira-kira 3 – 4 ahad sehingga pada awal pertumbuhan tersebut kurang bisa bersaing terhadap gulma. Kalau perlu buatlah saluran-saluran drainase.

Penanaman

  1. Populasi Tanaman
    Pada umumnya tumbuhan sorgum ditanam sebagai tumbuhan seta pada tumbuhan pokok padi gogo, kedelai atau tumbuhan palawija lainnya. Bila ditanam secara monokultur populasi tumbuhan per/hektar sekitar 100.000 – 150.000 tanaman. Jarak tanam yang dianjurkan yaitu 75 X 25 Cm atau 75 X 20 Cm dengan masing-masing 2 tumbuhan perlubang. Menurut hasil penelitian, peningkatan populasi di atas 150.000 tanaman/hektar, masih cenderung meningkat hash walaupun tidak begitu besar.

  2. Cara penanaman
    Pada waktu menanam, benih ditanam 2 – 3 biji perlubang. Penjarangan menjadi 2 tumbuhan perlubang, dilakukan pada umur 2 ahad sehabis tanam. Penyulaman sanggup dilakukan dengan biji atau dengan pemindahan tanaman yang usang umurnya (trans planting) dengan cara putaran.

Pemeliharaan Tanaman

  1. Pemupukan
    Dosis
    Pupuk yang utama dibutuhkan tumbuhan sorgum yaitu pupuk nitrogen dengan takaran mencapai 90 kg Nitrogen atau sama dengan 2 kwintal urea per hektar. Penambahan Pupuk PROS sebanyak 45 kg atau 1 kwintal TSP per hektar akan menawarkan hash yang lebih baik. Pemupukan dengan kalium dilakukan dengan takaran 30 kg K20 per/hektar.
    Waktu
    Pupuk N diberikan dua kali yaitu 1/3 penggalan pada waktu tanam bersama-sama dengan seluruh pupuk. P dan K, dan 2/3 penggalan sisanya diberikan pada umur 1 bulan sehabis tanam.
    Cara
    Seluruh Pupuk diberikan dengan cara menyebarnya dalam larikan sedalam 1 Cm. Untuk pemupukan pertama jaraknya 7 Cm di kiri kanan barisan tanaman, sedangkan pemupukan kedua jaraknya 15 Cm.
  2. Penyiangan dan Pembumbunan
    Pada awal pertumbuhan Sorgum kurang sanggup bersaing dengan gulma, eksekusi alam itu harus diusahakan semoga areal tumbuhan pada dikala tumbuhan masih muda harus higienis dari gulma. Penyiangan pertama sanggup dilakukan pada dikala tumbuhan sorgum berumur 10 – 15 hari sehabis tanam. Penyiangan kedua dilakukan bahu-membahu pembumbunan sehabis pemupukan kedua. Pembubunan dimaksud untuk memperkokoh batang.

  1. Penyakit Utama
    a. Colletortichum gramini colum (Ces.) G.W. Wild (Penyakit Bercak Daun). Penyakit ini mengakibatkan bercak pada daun dengan warm kemerah-merahan atau keungu-unguan dan mengakibatkan amis merah pada batang dimana jaringan penggalan dalam buku lembap dan berubah warnanya. Penyakit ini menyebar secara leas. Bercak daun menjadikan daun mengering, eksekusi alam itu butir menjadi hampa, sementara amis merah mengakibatkan batang lembap dan patah. Kekebalan terhadap kedua penyakit dikendalikan oleh suatu gene tunggal yang dominan. dengan gene lainnya bagi setup penyakit.
    b. Helmithosporium turcicum Pass (Penyakit Blight). Penyakit ini menyerang sorgum secara luas, terutama pada kondisi yang lembab. Serangan penyakit ini menimbulkan bintik-bintik ungu kemerah-merahan atau kecoklatan yang balasannya menyatu. Penyakit blight daun sanggup menyerang pembibitan maupun tumbuhan dewasa. Kultivar yang resisten belum diketahui.
    c. Puccinia purpurea Cooke, Penyakit karat seranganrya terjadi secara luas pada sorgum. tetapi jarang mengakibatkan kehilangan yang serius.karma pertumbuhan penyakit tidak berlangsung lagi apabila tumbuhan sorgum telah mencapai dewasa.

  2. Hama Utama
    a. Atherigona varia Soccata (Rond.) (Lalat Bibit Sorgum). Hama ini merupakan hama yang utama di tempat tropis. Telurnya diletakkan pada daun muda bibit dan lainnya menggerek ke dalam meristem tumbuhan much yang balasannya mati. Prinsip pengendaliannya yaitu dengan penanaman pada waktunya (tanam serempak) dan menanam kultivar yang mempunyai kemampuan memulihkan luka sehabis diserang.
    b. Prodenia Litura F. (Ulat daun).;Pengendaliannya dengan memakai insektisida dengan jenis dan takaran yang dianjurkan.

     Cara dalam berbudidaya menawarkan warta untuk teman semuanya yang sekiranya sedang me Kabar Terbaru- Teknik Cara Budidaya Tanaman Sorgum

Panen dan Pasca Panen

  1. Panen
    -Cara panen
    Panen dilakukan dengan cara memangkas tangkai mulai 7,5 – 15 cm di bawah penggalan biji dengan memakai sabit. Hasil pemangkasan kemudian diikat dengan ukuran sekitar ?0 Kg – 40 Kg setiap ikatnya.

    -Waktu panen
    Sorgum dipanen apabila biji dianggap telah masak optimal, biasanya 45 hari sehabis bakal biji terbentuk.

  2. Pasca Panen

    -Pengeringan

    Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama  60 jam hingga kadar air biji mencapai 10 – 12 %. Kriteria untuk mengetahui tingkat kekeringan biji biasanya dengan cara menggigit bijinya. Bila bersuara berarti biji tersebut telah kering. Apabila hari hujan atau kelembaban udara tinggi, pengeringan sanggup dilakukan dengan cara menggantungkan batang-batang sorgum diatas api dalam suatu ruangan atau di atas api dapur.

    -Perontokan

    Perontokan secara tradisionil dilakukan dengan pemukul kayu dan dikerjakan di atas lantai atau karung goni. Pemukulan dilakukan terus menerus hingga biji lepas. Setelah itu dilakukan penampian untuk memisahkan kotoran yang terdiri dari daun, ranting, bubuk atau kotoran lainnya. Sejumlah biji dijatuhkan dari atas dengan maksud semoga kotorannya sanggup terpisah dari biji dengan batuan hembusan
    angin. Agar dicapai hash yang terbaik dan efisien dianjurkan semoga memakai wadah supaya biji tetap bersih, usahakan semoga biji segera dirontok sehabis panen untuk mencegah serangan tikus dan burung, dan kadar air dilarang lebih dari 10 – 12 % untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    -Penyimpanan

    Penyimpanan sederhana di tingkat petani yaitu dengan cara menggantungkan mulai sorgum di ruangan di atas perapian dapur. Cara ini berfungsi ganda yaitu untuk melanjutkan proses pengeringan dan asap api berfungsi pula sebagai pengendalian hama selama penyimpanan. Namun jumlah biji yang sanggup disimpan dengan cara ini sangat terbatas. Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang) maka tinggi gudang harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak gampang timbul. Dinding gudang sebaiknya ‘ terbuat dari materi yang padat sehingga perubahan suhu yang terjadi pada biji sanggup dikurangi. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari materi besi, eksekusi alam sangat peka terhadap perubahan suhu. Sebelum disimpan biji harus kering, higienis dan utuh (tidak pecah).

    -Pengolahan

    1. Bergs Sorgum (bergs sorgum giling).
    Bergs Sorgum yang dimaksud yaitu biji Sorgum lepas kulit sebagai hash penyosohan sehingga diperoleh bergs sorgum giling. Untuk menyosoh biji sorgum digunakan mesin yang terdiri dari silinder gurinda batu, sehingga bergs yang dihasilkan putih bersih. Dengan sifat ini ternyata sorgum jenis non waxy sanggup digunakan sebagai nasi, bubur dan bentuk olahan lain. Sedangkan jenis sorgum ketan (waxy Sorgum) yang rasanya pulen sanggup dimanfaatkan sebagai materi pembuat minyak (snack) menyerupai tape, Temper, rengginang dan wajik.
    2. Tepung Sorgum.
    Tepung sorgum sanggup diperoleh dengan menggiling bergs sorgum dalam mesin yang dilengkapi dengan silinder besi yang tajam dan licin. Campuran 60% tepung kedelai dengan 30% tepung sorgum sanggup menghasilkan roti dan kuliner ringan elok yang cukup baik dan murah harganya.
    3. Uji ( thin poridge )
    Jenis kuliner ini terbuat dari tepung sorgum dan banyak digunakan di negara kenya, Tanzania, Uganda, Sudan dan India dengan nama yang berbeda-beda. Uji dibentuk dari 1 penggalan tepung sorgum. 3 – 4 penggalan air, satu penggalan susu cair dan gula secukupnya.
    Cara membuat:
    Mula-mula tepung dicampur penggalan air yang tersedia, tutup wadahnya dan biarkan selama 24 pangs. Air yang tersisa didihkan dan ditambahkan pada tepung yang terfermentasi tadi, kemudian dimasak selama 10-15 menit sehingga halos dan kental kemudian tambahkan gula selanjutnya dihidangkan untuk sampan pagi atau makan siang.
    4. I Ugali ( Stift Oorrid)
    Jenis kuliner ini berasal dari Uganda dan Kenya dengan nama Tuwo dan di India disebut sangat.
    Cara menciptakan ugali sama dengan menciptakan uji. hanya disini tepung yang digunakan jumlahnya lebih banyak dan berasal dari biji yang disangrai. kecambah atau biji yang dikuliti. Selama ditanak. ugali tidak menyebar atau tidak meleleh jika dimasukkan ke dalam air dingin. tetapi agak membentuk.
    Sebagai bahannya yaitu 2 – 3 penggalan tepung ditambahkan dengan 4 – > penggalan air. Air didihkan kemudian ditambahkan tepung sambil diaduk-aduk hingga menjadi bubur. Pemasakan diteruskan hingga mengental.


telah kami sertkan juga info yang lainya untuk anda simak yaitu Cara Budidaya Buah Paprika dan Cara Teknik Budidaya Tanaman Anggrek yang Benar untuk warta embel-embel sobat-sobat dalam melaksanakan usahanya. selamat mencoba dan salam sukses dari kami.

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed