oleh

Kabar Terbaru- Pola Pidato Singkat Wacana Pendidikan

Contoh pidato merupakan salah satu artikel yang banyak saya posting dalam banyak sekali tema yang sangat dekat kaitannya dengan pendidikan dan para pelajar ibarat pidato singkat perihal ancaman narkoba di kalangan pelajar yang sanggup anda lihat di pidato perihal narkoba Sebelum dan contoh-contoh pidato lainnya yang sanggup anda simak melalui link yang sudah saya tautkan pada tamat artikel.  Contoh pidato singkat yang anda baca ini berdasarkan saya langsung sangat sesuai bagi anda para pelajar ataupun para guru yang sedang menawarkan teladan naskah atau teks pidato atau praktek dalam membawakan pidato di hadapan audiens alasannya ialah sesuai dengan tema yang dibicarakan yaitu perihal pendidikan.

Contoh pidato pendidikan sengaja saya jadikan artikel pertama dalam kategori kumpulan teladan pidato ini alasannya ialah bersama-sama artikel perihal pendidikan ialah niche utama dari blog ini. Melalui artikel teladan pidato perihal pendidikan ini semoga sanggup menawarkan motivasi bagi kita semua untuk terus menimba ilmu khususnya para siswa-siswi untuk selalu serius dan tekun dalam menimba ilmu hingga ke jenjang pendidikan tertinggi.

Contoh Pidato

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah
Yang saya hormati Bapak Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita semua sehingga kita sanggup berkumpul disini dalam satu wadah forum pendidikan yang kita cintai ini. Selanjutnya terimakasih saya ucapkan atas daerah dan waktu yang diberikan kepada saya untuk membawakan pidato singkat perihal pentingnya pendidikan untuk membangun generasi muda yang berkarakter dan harapan saya semoga apa yang saya sampaikan dari pidato singkat ini sanggup menawarkan manfaat baik bagi saya pribadi, teman-teman dan semua yang hadir di sini.

Berbicara perihal pendidikan di Indonesia kita tidak pernah lepas dari seorang figur yang familiar dalam dunia pendidikan dimana 125 tahun yang kemudian tepatnya 2 Mei 1889 seorang putra dilahirkan, dialah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Dia kita kenal sebagai aktivis pendidikan dan sebagai bapak pendidikan dan juga merupakan salah satu tokoh usaha dalam merebut kemerdekaan. Ki Hadjar Dewantara begitulah ia kita panggil, ia ialah figur dan seorang tokoh panutan yang memperjuangkan hak-hak kita untuk sanggup menikmati dan mengenyam pendidikan yang pada masa itu hanya sanggup dinikmati oleh para darah biru dan kaum priyai.

Semangat dan kegigihan ia sudah sepantasnya menjadi teladan bagi kita semua dalam menuntut ilmu terlebih lagi kita ketika ini hidup di alam kemerdekaan tanpa intimidasi dan diskriminasi. Kita ialah sebagai generasi penerus bangsa yang hidup ditengah-tengah persaingan global baik itu dibidang ekonomi, teknologi dan informasi, juga dalam persenjataan dan pertahanan. Kita hidup dalam kemajemukan baik suku, budaya, ras dan agama yang mana semua itu mengakibatkan kita sebagai bangsa yang besar namun disisi lain kesemuanya itu sanggup menjadi bumerang bagi kita sendiri jikalau kita masih hidup dalam dunia kebodohan. Tentu kita tidak ingin ibarat dulu yang gampang dipecah belah oleh negara luar dengan isu-isu sara,ras dan agama.
Bapak dan Ibu guru staf pengajar dan rekan-rekan siswa siswi yang saya hormati…

Menyikapi apa yang saya sampaikan di atas, sudah saatnya kita sadar bahwa pendidikan ialah faktor terpenting supaya kita bisa bersaing dengan negara-negara maju ibarat Amerika, Cina, Jepang, Inggris, Francis dan negara-negara barat maupun negara-negara eropa lainnya. Sudah saatnya bangsa ini menjadi bangsa yang berdikari dalam segala aspek baik itu ekonomi, politik, budaya, teknologi dan aspek-aspek lainnya dan kesemuanya itu tidak mungkin sanggup terwujud tanpa didukung dengan sumber daya insan yang berkualitas, cerdas, disiplin dan mempunyai kepribadian yang berkarakter.

Sudahkah kita mempunyai kemampuan untuk bersaing dengan negara-negara maju dan sudahkah kita menjadi bangsa yang mandiri? Harus kita akui, kita masih jauh dari semua yang di cita-citakan para pejuang yang mendahului kita. Bahkan sangat miris kita juga harus mengakui bahwa masih banyak di luar sana orang-orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan hanya alasannya ialah faktor ekonomi dan sebagian lainnya hanya hingga tingkat dasar alasannya ialah rendahnya kesadaran perihal pentingnya pendidikan. Mereka lebih menentukan bekerja keras semenjak usia dini untuk mendapat penghidupan ketimbang duduk di dingklik sekolah yang mereka anggap hanya menambah beban hidup dan membuang-buang waktu.

Lemahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan terbatasnya ekonomi menjadi dua penyebab terbesar para orang bau tanah enggan untuk menyekolahkan bawah umur mereka. Tentu ini menjadi kiprah kita semua sebagai elemen bangsa supaya semua permasalahan tersebut sanggup terselesaikan.

Mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter sanggup tercipta dengan adanya santunan dari semua elemen. Pemerintah hendaknya menawarkan fasilitas dan meringankan bagi mereka yang tidak bisa secara ekonomi baik itu dengan program-program sekolah gratis maupun tunjangan beasiswa lainnya. dan untuk lembaga-lembaga pendidikan hendaknya terus menggali dan menerapkan sistem pendidikan yang bermutu dan untuk para orang bau tanah hendaknya menjadi motivator bagi bawah umur mereka untuk semangat menimba ilmu dan terakhir kita sebagai pelajar hendaknya konsisten dan bersungguh-sungguh dalam berguru dan menempuh pendidikan hingga ke jenjang tertinggi.

Dengan adanya santunan dari semua komponen dan mensinergikan semua elemen dalam satu pemikiran dan harapan untuk memajukan pendidikan, bukan sesuatu yang tidak mungkin negara ini akan bisa menjadi negara yang besar, maju, dan disegani oleh negara lain terlebih lagi Indonesia pada hakikatnya ialah negara yang kaya akan sumberdaya alamnya dan jikalau dikelola dengan sumberdaya insan yang cerdas dan berkualitas tentu sangat gampang untuk menjadi negara yang berdikari dalam bidang ekonomi

Sebelum saya akhiri pidato perihal pendidikan ini, kembali saya tekankan baik itu untuk diri saya langsung dan teman-teman semuanya, bahwa pendidikan tidak mengenal usia, status sosial, dan tidak dibatasi oleh ruang lingkup sosial dan tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Demikian yang sanggup saya sampaikan dari pidato pendidikan pada kesempatan ini dan apabila ada tutur-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf atas segala kekurangan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Untuk teladan pidato lainnya bisa anda temukan di label contoh pidato

Komentar

News Feed