oleh

Kabar Terbaru- Pola Naskah Drama Komedi Lengkap

Contoh Naskah Drama Komedi Lengkap – Mungkin anda ingin menciptakan drama di sekolah anda atau di kampung anda atau juga ada perlombaan drama komedi maka kau harus pelajari yang kami sampaikan disini, sehingga anda sanggup menciptakan sendiri dan gunakan dengan hal yang sangat lucu banget.

Memang dimana-mana pastinya banyak sekali orang bermain drama komedi, alasannya yaitu dengan adanya drama komedi orang yang melihat anda lagi drama maka mereka sanggup tertawa apa yang anda sampaikan di panggung tersebut, sehingga cari komedi yang fras sehingga anda sanggup menjadi lucu ketika mereka melihat anda.

Dibawah ini yaitu Contoh Naskah Drama Komedi yang sanggup kami sampaikan disini untuk sanggup anda pelajari ketika ingin menampilkan drama komedi.

Judul : Ku Pinang Kau dengan Biskuit

Hari   : Anak yatim piatu yang berjualan biskuit, rendah hati, dan penuh semangat
Ima    : Anak konglomerat yang suka merendahkan orang lain
Ansyori  : Sahabat Hari yang selalu menyemangati dan menolong Hari
Sofi (Mami)  : Ibu Ima yang suka bicara keras tetapi sangat mencintai Ima
Alma    : Sahabat Ima yang sedikit menyebalkan tapi baik hati
Indah    : Sahabat Ima yang pemarah dan sedikit dheso

Disebuah perkampungan hiduplah seorang anak yang gres saja ditinggalkan oleh orang tuanya alasannya yaitu kecelakaan yang merenggut nyawa orangtuanya. Namanya Hari anak yang baik rendah hati dan penuh semangat selalu membantu orangtuanya dengan berjualan biskuit. semenjak ajal orang bau tanah Hari, Ansyori sobat Hari dari Jakarta tiba untuk menghibur Hari.

Malam hari..
Ansyori  : (mengetuk pintu)” selamat malam”
Hari       : “Ia ia, tunggu sebentar ga sabaran banget sih”
Ansyori  : “Padahal gue cuma ngetuk satu kali, malah murka marah nih anak”
Hari       : “Eh, Ansyori “(terkejut kemudian menunjuk)
Ansyori  : “Eh, Ansyori juga .  Eh Hari maksudnya” (menunjuk Hari)
Hari       : ” Ah, masuk masuk”
Ansyori  : ” Lo ga nyuruh gue duduk apa?”
Hari       : “Yah, lo kan biasanya eksklusif duduk aja”
Ansyori  : “Haha Ya deh”

Mereka berbincang ihwal ajal orangtua Hari, hingga Hari memutuskan untuk tinggal di Jakarta bersama Ansyori dan berangkat besok pagi. Keesokan pagi, Ansyori sedang bersiap siap untuk berangkat sambil menonton TV “ Kupinangkau dengan Bismillah “ , sedangkan Hari gres bangun

Ansyori  : “Wooy keebo !! Buruan mandi, ntar ketinggalan kereta lagi”
Hari       : “Iye, (sambil garuk kepala) eh ni pilem bagus juga (sambil melihat TV)”
Ansyori  : “Buruaan. .!!”

Hari berjalan ke kamar mandi,setelah tamat berkemas mereka segera berangkat ke stasiun dan naik kereta ke Jakarta.

Dirumah Ima, Ima pulang dengan wajah cemberut.
Mami  : “Ko ga baca salam? Pikun ya?”
Ima    : “Au ah” (sambil jalan ke kamar)
Mami  : “Ni anak ditanya baik baik malah jawab marah, Ima kenapa sih?”

               (bertanya ke Indah  dan Alma)

Indah    : “Emm.. gini Tan, eem..  lo aja deh yan  yang bilang” (sambil berbisik ke Alma)
Alma  : “Gini tan, tadi kan Ima lagi ngomong sama Billy, trus mereka berantem kayaknya mereka putus deh”
Mami  : “Billy? Ikan bilis maksudnya?”
Indah    : “Bukan bilis, tapi Billy Tan. B – I – L –L – Y” (sambil mengeja)
Mami  : “Oh gitu, kasihan juga . Gimana bila kita hibur Ima?”
Alma    : “Tapi caranya?”
Indah    : “Kita masuk aja dulu ke kamar”

Beberapa ketika kemudian terdengar bunyi penjual biskuit kesukaan Ima. Ia pun eksklusif keluar untuk membeli biskuit sedangkan Hari yang berprofesi sebagai penjual biskuit dikampung, eksklusif dagang di sekitar kontrakan Ansyori

Hari       : “Biskuit biskuit, biskuit murah biskuit lezat beli neng beli buk murah murah”
Ima    : “Bang bang, bang biskuit” (dengan irama manja)
Hari       : “Ia neng” (sambil membawa gerobaknya ke arah rumah Ima)
Ima   : “Kok loh sih? Bukan kakak yang biasa” (heran dan kaget)
Hari       : “Abang  yang mana ya neng? Oh, saya mah orang gres atuh neng”
Ima    : “Orang baru, emm gue beli yang ini deh. Berapa?”
Hari       : “8 ribu aja neng”
Ima    : “Nih uangnya, kembaliannya ambil” (ketus)
Hari       : “Bukannya uangnya cukup neng ?” (sambil memandangi wajah Ima yang anggun jelita)
Ima    : “Nah itu lo tau” (sambil berjalan ke rumah)
Hari       : “Uh jantung gue, deg deg seer kayak es doger”

Ima kemudian masuk ke rumah

Mami  : “Udah siap beli biskuit nya?”
Ima    : “Udah, tapi Mi penjualnya beda dari yang biasa. Katanya sih pedagang baru”
Indah    : “Yaudah, ngapain itu dipikirin”
Alma    : “Ga penting juga”
Ima    : “Ia juga yah”
Mami  : “Udah sore, kalian ga pulang?”
Ima    : “Ih Mami mau ngusir mereka?” (marah)
Mami  : ”Bukan gitu, ntar orangtua mereka nyariin”
Indah    : “Kar, Tan kami pulang dulu ya”
Alma    : “Sampai jumpa besok jangan murung lagi ya , dont miss me”
Mami  : “Titi dj ya”

Malamnya Hari curhat sama Ansyori ihwal Ima, beliau suka pada pandangan pertama kepada Ima.

Hari       : “Syor, lo tau ga cewek manis  diblok sebelah?”
Ansyori  : “Cewek yang mana? “
Hari    : “Itu, cewek yang tinggal di rumah gede warna coklat? Rumahnya aja bagus apalagi orangnya duuh”
Ansyori  : “Oh, itu namanya Ima beliau temen sekampus gue” (sambil mengingat) Kenapa?
Hari       : “Yah lo, masa ga ngerti sih?”
Ansyori  : “Jangan bilang lo suka sama dia”
Hari      : “Tapi kenyataanya ia tuh”
Ansyori  : “Ha? Yakin lo?”
Hari       : “Kenapa? Karena gue seorang penjual biskuit, ada larangan?” (sedikit membentak)
Ansyori  : “Ya ga duduk perkara sih “
Hari       : “Lo harus bantuin gue buat deket sama Ima ok? “(seraya jalan ke kamar untuk tidur)
Ansyori  : “Gue ga yakin ini berhasil” (sambil mengikuti  Hari)
Hari       : “Gue denger (berbalik), mmm.. gimana bila gue ikutan aja ke kampus lo ?”
Ansyori  : “Ga!!” (marah dan masuk ke kamar)

Hari resah dan mengikuti

Dikampus..

Ansyori sedang asik mengobrol dengan Indah dan Alma, mereka sahabatan semenjak dari SMA. Sedangkan Ima latihan vocal. Tiba tiba muncul Hari dari kejauhan

Hari       : “Hai “(tanpa rasa bersalah)
Indah dan Alma  : “Hai..”
Ansyori  : “Lo ngapain? Ko sanggup nyampe disini?” (setengah berbisik)
Alma    : “Ini siapa Beng?”
Ansyori : “Ini temen gua di kampung, beliau gres pindah ke sini namanya Hari. Hari ini Alma dan  Indah”
Anya     : “Oh gitu, ko sanggup di kampus ini? Kuliah disini juga?”
Hari       : “Ga, gue kesini buat nyari Ima”
Alma   : “Ima? Ada kekerabatan apa lo sama Ima?”
Hari      : “Gue suka sama Ima” (semangat)
Indah    : “Gila banget nih orang, eksklusif bilang suka ckckck”(bergumam)

Ansyori menjelaskan kenapa mereka sanggup bertemu dan Hari memaksa Indah dan Alma untuk membantu beliau mendapat Ima.

Hari       : “Yan, sanggup bantu gue kan?” (sok akrab)
Alma    : “Emm, gimana yah?”
Indah    : “Iya aja, daripada Ima putus asa alasannya yaitu diputusin Billy. Kan ada penggantinya”
Alma    : “Tapi masa tukang biskuit gini?”
Ansyori  : “Plis, bantuin temen gue ini” (sedikit memelas)
Indah dan Alma : “Oke lah” (ragu ragu)
Hari      : “yey, makasi temen temen”

Rencana telah disusun, ketika Ima lewat Hari menghampiri Ima.

Hari       : “Hei, kau eneng yang beli biskuit kemaren ya?”
Ima    : “Iya, kenapa?”
Hari       : “Eh kemarin uang kau jatuh , jadi kini saya ingin mengembalikannya”
Ima    : “Oh, makasih. Untung yang nemuin orang yang jujur kayak kau (didalam hati Ima
 bergumam, ternyata masih ada ya orang baik kayak beliau walaupun beliau miskin), oh ya nama gue Ima” (mengulurkan  tangan)
Hari       : “Nama gue Hari,   kau mau pulangkan? Bareng yuk . .”
Ima    : “Ga deh, saya bila pulang dijemput mami “
Hari       : “Ya udah, sebelum mami kau tiba bolehkan saya nemenin nunggu”

Ima dan Hari semakin akrab, dan ketika Mami Ima tiba

Mami  : “Ima, ngapain sih duduk berdua sama dia?” (melihat Hari dengan sinis)
Ima    : “Ga ada salahnya kan Mi? Hari anaknya baik kok”
Mami  : “Tapi kan dandanannya kayak gitu, beda banget sama kamu. Ga pantes (emosi) ayo pulang” (menarik Ima ke mobil)
Ima    : “Hari, maaf ya”
Hari       : “Iya, ga apa kok” (tertegun)

Walaupun cinta berat di orang bau tanah , tetapi kedekatan Hari dan Ima menciptakan mereka makin cinta, namun kekerabatan mereka sangat ditentang mami Ima.

Alma    : “Tok tok tok” (mengetuk pintu)
Mami  : (membuka pintu) “Ia, eh Alma dan Indah.”
Indah    : “Imanya ada kan Tan?”
Mami  : “Ada didalam, silakan masuk”
Alma    : ”Makasih Tan..”

Tiba-tiba Hari datang

Alma    : (berbisik ke Mami) “Tan , kami lagi ngejodohin pemuda ini sama Ima”
Indah    : “Naaah itu Hari”
Mami  : “Apaa ?? Tukang biskuit ini ??”
Hari       :” Eh mami “(nyalamin Mami)
Mami  : (melepaskan tangan secara paksa)
Hari       : “Nih souvenir dari Arab” (sambil memegang kaleng biskuit)
Mami  :  “Apaan dari arab ? Warung sebelah aja ada biskuit murahan gini”
Ima    : “Eh Harii , udah usang ? Yok capcuuss”
Alma    : “Kami pergi dulu Tan”
Indah    : “Bye Taan”
Mami  : “Eh, Ima kau ga boleh pergi sama tukang biskuit itu!!”
Ima    : “Yok cepetan kabur”
Hari       : “Ga, kita ga boleh kabur kabur gini. Aku serius sama kau saya rela kok dimarahin sama
                mami kamu. Ini demi cinta kita”
Ima    : “Tapi..”

Mereka pun masuk ke rumah

Mami  : “Eh kau berani ya bawa kabur anak saya”
Hari       : “Ga Tante, kami ga mau kabur. Kami justru akan mengambarkan kesungguhan kami”
Mami  : “Ga, Mami ga setuju”
Ima    : “Tapi saya cinta bang Hari mi ..”(memegang tangan Hari)
Mami  : “Cinta? Ngerti apaan kalian ihwal cinta?”
Alma    : “Kenapa sih Tante ihwal kekerabatan mereka?”
Mami  : “Jelaslah, kerjaannya aja cuma dagang biskuit mana mungkin sama Ima anak
                konglomerat kaya..”
Hari       :”Baik Tan, saya akan mengambarkan bila saya pantas dengan Ima” (emosi)
Mami  : “Heh, buktiin aja” (sombong)

Hari meninggalkan rumah Ima ia benar benar tersakiti  alasannya yaitu kata kata Mami Ima sementara di rumah Ima .

Ima    : “Mi, plis terima Hari” (memohon)
Mami  : (hanya diam)
Indah    : “Tolong Tan, Tante ga kasian liat Ima”
Alma    : ”Hari itu pemuda yang baik yang sanggup menjaga Ima”
Mami  : ”Oke, bila beliau sanggup mengambarkan bila beliau sanggup membahagiakan Ima”

Keesokan harinya , Hari kembali berjualan biskuit , ia tak mengenal kata pantang mundur

Hari       : “Eh gue punya seni administrasi gres biar dagangan gue cepet laku”
Ansyori   : “Gimana ?”

Hari pergi berjualan dan Ansyori melihatnya dari kejauhan

Hari      : “Biskuit Biskuiit , yok semua beli biskuit , ayo kita semua makan biskuit” (goyang biskuit)
Ansyori  : “Waah pandangan gres bagus nih upload Youtube aah”
Ansyori  : (menghampiri Hari) eh Hari , gua cabut dulu yah , eh pandangan gres lo boleh juga”

Beberapa ahad kemudian tepatnya pada pagi hari , banyak orang2 berkumpul di depan kost Ansyori dan Hari . Tiba – tiba tiba panggilan dari aneka macam perusahaan biskuit dan mengajaknya untuk bergabung bersama beliau alasannya yaitu melihat video goyang biskuit yang di upload oleh Ansyori. Akhirnya Hari bergabung dengan perusahaan “BaJay” Bakrie Jay .

Alma dan Indah menghampiri kontrakan Hari dan….

Alma    : “Ngapain sih Hari? Kontrakan lo mau dibakar yaa ?”
Hari       : “Enak aja lu , kini gue udah jadi pemilik perusahaan populer sejagat desa “BaJay”
                Bakrie Jay”
Indah    : “Seriuuss ??”
Hari       : “Yaelah ga punya internet ya ? NDESHO ! “
Alma    : “Emm, berarti lo udah sanggup dong ngebuktiin sama Maminya Ima bila lo itu udah
                 terkenal”
Indah    : “Dan lo sanggup dapetin restunya Mami Ima”
Hari       : “Oh ia, kita eksklusif ke rumahnya Ima aja yok”

Indah dan Alma hingga dirumah Ima dengan nafas terengah engah

Indah    :  “Tante tante”
Alma    : “Tante udah tau kan bila pacarnya Ima , Hari udah populer dan punya BaJay”
Mami  : ”BaJay?”
Anya    : “Iya, itu Bakery Jay. Pemilik Perusahaan populer itu , Tan”

Dihalaman depan rumah Ima terdengar bunyi ribut

Hari       : “Ima Ima” (berlari lari)
Ima    : “Bang Jay” (menengok melalui jendela)
Mami  : “Itu kenapa sih ribut ribut diluar?”
Ima    : “Kita keluar aja Mi (Ima dan mami berjalan ke luar) Ima membuka pintu”
Hari       : (berlutut) “Ima, kupinang kau dengan biskuit” (sambil melirik ke arah Mami Ima)
Mami  : “Mami baiklah kok”
Ima    : “Aaa, makasi Mi” (senyum bahagia)

Akhirnya Hari dan Ima mendapat restu dari Mami Ima dan hidup bahagia. Cinta tak perlu hal hal yang besar, mewah, dan elegan, cinta sanggup dimulai dari hal yang kecil ibarat biskuit yang diperlukan hanya ketulusan cinta saja .

Semoga info yang kami sampaikan ditas tentang  Naskah Drama Komedi sanggup menjadi info yang bermanfaat buat anda semua.

Baca juga : Contoh Naskah Drama Persahabatan, Sekolah, Kehidupan

Komentar

News Feed