oleh

Kabar Terbaru- Cara Budidaya Tanaman Semangka

BudidayaTanaman Semangka – Cara dalam berbudidaya menawarkan informasi untuk teman semuanya yang sekiranya sedang mencari solusi bagaimana dalam menuntaskan problema. Karena mencari informasi sangatlah penting bagi kita untuk perjuangan yang sedang kita lakukan semoga sanggup memperoleh hasil yang maksimal. Karena itu berikut ialah informasi mengenai Budidaya Tanaman Semangka yang kami berikan untuk anda semuanya, simak baik-baik informasinya.

Semangka merupakan tumbuhan buah berupa herba yang tumbuh merambat. Semangka yang biasanya menjadi buah segar ini menjadi hidangan di meja makan, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk materi sayuran.

Semangka yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan bijinya, yang mempunyai aroma dan rasa tawar, bijinya diolah menjadi camilan yang disebut “kuwaci” (disukai masyarakat sebagai masakan ringan). Kulit semangka juga dibentuk asinan/acar menyerupai buah ketimun atau jenis labu-labuan lainnya.

BUDIDAYATANAMAN SEMANGKA

 Cara dalam berbudidaya menawarkan informasi untuk teman semuanya yang sekiranya sedang me Kabar Terbaru- Cara Budidaya Tanaman Semangka

Syarat Pertumbuhan

1.      Iklim

1)      Secara teoritis curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka ialah 40-50 mm/bulan.
2)      Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar matahari semenjak terbit hingga tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
3)      Tanaman semangka akan sanggup tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu 25 derajat C (siang hari).
4)      Suhu udara yang ideal bagipertumbuhan tumbuhan semangka ialah suhu harian rata-rata yang berkisar 20-30 mm.
5)      Kelembaban udara cenderung rendah jika sinar matahari menyinari areal penanaman, berarti udara kering yang miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tumbuhan semangka, alasannya di kawasan asalnya tumbuhan semangka hidup di lingkungan padang pasir yang berhawa kering. Sebaliknya, kelembaban yang terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.

2.     Media Tanam

Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman semangka ialah tanah yang cukup gembur, kaya materi organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Keasaman tanah (pH) yang diharapkan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dengan takaran diubahsuaikan dengan tingkat keasaman tanah.

3.      Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka sanggup ditanam di kawasan akrab pantai yang mempunyai ketinggian di bawah 100 m dpl dan di atas perbukitan dengan ketinggian lebih dari 300 m dpl.

 Cara dalam berbudidaya menawarkan informasi untuk teman semuanya yang sekiranya sedang me Kabar Terbaru- Cara Budidaya Tanaman Semangka

Teknis  Budidaya

1.     Pembibitan

>         Persyaratan Benih
Pemilihan jenis benih semangka yang disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yang mempunyai kulit biji yang sangat keras dan jenis Haploid (berbiji).
>         Penyiapan Benih
Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid sesudah dipilih disiapkan alat bantu untuk menyayat/merenggangkan sedikit lantaran tanpa direnggangkan biji tersebut sulit untuk berkecambah, alat bantu tersebut berbentuk gunting kuku yang mempunyai bentuk segitiga panjang berukuran kecil dan disediakan tempat kecil yang mempunyai permukaan lebar. Jenis Haploid dengan gampang disemai lantaran bijinya tidak keras sehingga gampang membelah pada waktu berkecambah.
>         Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
a.       Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya
b.      Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur). Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan hingga air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan.
>         Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet semoga terkena sinar matahari penuh semenjak terbit hingga tenggelam. Diberi proteksi plastik transparan serupa rumah beling mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dan siap ditanami benih tersebut.
>         Pemindahan Bibit
Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit memakai kantongkantong plastik berukuran : 12 cm x (0,2 – 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan diisi adonan tanah dengan pupuk organik komposisi: 1 pecahan tanah kebun, 1 pecahan kompos/humus, 1 pecahan pupuk sangkar yang sudah matang. Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah.

2.      Pengolahan Media Tanam

>         Persiapan
Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tumbuhan terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari hingga tanah itu gampang dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
>         Pembukaan Lahan
Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yang merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tumbuhan terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tumbuhan semangka yang akan ditanam di areal tersebut.
>         Pembentukan Bedengan
Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah gampang mengalir keluar melalui susukan drainase yang dibuat. Jumlah bedengan tergantung jumlah baris tanam yang dikehendaki oleh si penanam (bentuk bedengan baris tumbuhan ganda, bedengan melintang pada areal penanaman). Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm).
>         Pengapuran
Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang me-ngandung unsure Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diharapkan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomite dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
>         Pemupukan
Pupuk yang digunakan ialah pupuk organik dan pupuk buatan. Pupuk sangkar yang digunakan ialah pupuk sangkar yang berasal dari binatang sapi/kerbau dan dipilih pupuk sangkar yang sudah matang. Pupuk sangkar berkhasiat untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan takaran 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bedengan secara merata.

3.      Teknik Penanaman

>         Penentuan Pola Tanaman
Tanaman semangka merupakan tumbuhan semusim dengan teladan tanam monokultur.
>         Pembuatan Lubang Tanaman
Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, sesudah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tumbuhan dilakukan 1 ahad sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan. Lahan tertutup dengan plastic mulsa, maka diharapkan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yang diberi lubang-lubang diubahsuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lobang.
>         Cara Penanaman
Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap mendapatkan penanaman bibit hingga menggenangi areal sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan hingga air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, semoga gampang pelepasan bibit memakai kantong plastic yang ada.

4.      Pemeliharaan Tanaman

>         Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit gres yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan jika tumbuhan terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, lantaran menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman.
>         Penyiangan
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang lantaran mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama dan cabang primer semoga semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.
>         Pembubunan
Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah semoga akar menyerap masakan secara maksimal dan dila>kukan sesudah beberapa hari penanaman.
>       Perempalan
Dilakukan melalui penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berkhasiat lantaran mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. Perempelan dilakukan untuk mengurangi tumbuhan yang terlalu lebat jawaban banyak tunas-tunas muda yang kurang bermanfaat.
>         Pemupukan
Pemberian pupuk organik pada dikala sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang diubahsuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diharapkan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diharapkan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin.
>         Pengairan dan Penyiraman
Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui susukan diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada demam isu kemarau 4-6 hari dengan volume pengairan tidak berlebihan. Bila dengan pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dengan santunan slang plastik yang cukup besar sehingga lebih cepat. Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air.
>         Waktu Penyemprotan Pestisida
Selain pupuk daun, insktisida dan fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); materi perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc dan Metalik (Pm): 10 cc untuk setiap  17 liter pelarut. Penyemprotan adonan obat dilakukan sesudah tumbuhan berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan memakai mesin bertenaga diesel jika luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca.
>         Pemeliharaan Lain
Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yang penting untuk memperoleh kualitas yang baik (berat buah cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yang akrab dengan perakaran berukuran kecil lantaran umur tumbuhan relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dalam bentuk yang baik dan tidak cacat). Setiap tumbuhan diharapkan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik jawaban ketidak-merataan terkena sinar matahari, sehingga warna kurang menarik dan menurunkan harga jual buah itu sendiri.

 Cara dalam berbudidaya menawarkan informasi untuk teman semuanya yang sekiranya sedang me Kabar Terbaru- Cara Budidaya Tanaman Semangka

5.      Panen

>         Ciri dan Umur Panen
Umur panen sesudah 70-100 hari sesudah penanaman. Ciri-cirinya: sesudah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bias dipetik (dipanen). Masa panen dipengaruhi cuaca, dan jenis bibit (tipe hibrida/jenis triploid, maupun jenis buah berbiji).
>         Cara Panen
Dalam pemetikan buah yang akan dipanen sebaiknya dilakukan pada dikala cuaca cerah dan tidak berawan sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.
>         Periode Panen
Panen dilakukan dalam beberapa periode. Apabila buah secara serempak sanggup dipanen secara sekaligus, tetapi apabila tidak sanggup bersamaan sanggup dilakukan 2 kali. Pertama dipetik buah yang sudah tua, ke-dua semuanya sisanya dipetik semuanya sekaligus. Ke-tiga sesudah daun-daun sudah mulai kering lantaran buah sudah tidak sanggup berkembang lagi maka buah tersebut harus segera dipetik.

6.      Pasca Panen

>         Pengumpulan
Pengumpulan hasil panen hingga siap dipasarkan, harus diusahakan sebaik mungkin semoga tidak terjadi kerusakan buah, sehingga akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. Mutu buah dipengaruhi adanya derajat kemasakan yang tepat, lantaran akan mempengaruhi mutu rasa, aroma dan penampakan daging buah, dengan kadar air yang sempurna.
>         Penyortiran dan Penggolongan
Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan undangan pasaran. Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa klas antara lain:
1) Kelas A: berat = 4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
2) Kelas B: berat = 2-4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
3) Kelas C: berat = 2 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
>        Penyimpanan
Penyimpanan buah semangka di tingkat pedagang besar (sambil menunggu harga lebih baik) dilakukan sebagai berikut:
1) Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4,4 derajat C, dan kelembaban udara
antara 80-85%;
2) Penyimpanan pada atmosfir terkontrol (merupakan cara pengaturan kadar O2 dan
kadar CO2 dengan perkiraan oksigen atau menaikan kadar karbon dioksida (CO2),
dapat mengurangi proses respirasi;
3) Penyimpanan dalam ruang tanpa pengatur suhu: merupakan penyimpanan jangka
pendek dengan cara memberi ganjal dari jerami kering setebal 10-15 cm dengan
disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapisnya diberi jerami kering.
>         Pengemasan dan Pengangkutan
Di dalam mempertahankan mutu buah semoga kondisi selalu baik hingga pada tujuan simpulan dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang secara benar dan hati-hati.
1).Menggunakan tempat buah yang standar untuk mempermudah pengangkutan.
2).Melindungi buah dikala pengangkutan dari kerusakan mekanik sanggup dihindari.
3).Dibubuhi label pada peti kemas terutama perihal mutu dan berat buah.

Demikian yang sanggup kami sampaikan perihal Cara Budidaya Buah Apel dan Cara Budidaya Tanaman Selada sebagai aksesori info dan pengetahuan bagi anda semuanya dalam berbudidaya, semoga sanggup membantu teman semua, salam sukses dari kami untuk anda semuanya.

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed