oleh

Kabar Terbaru- Cara Budidaya Buah Apel

Budidaya Buah Apel Berikut ini yaitu seputar isu yang kami berikan untuk anda semuanya mengenai Budidaya Buah Apel. Tentunya dalam menjalani kehidupan yang semakin moderen ini berbagai kebutuhan yang ingin kita penuhi, maka dengan perjuangan yang maksimal dan disertai doa akan terwujudnya cita-cita yang kita inginkan. Informasi dibawah ini yaitu sebagai penyemangat anda dalam berusaha di bidang yang anda tekuni pada dikala ini, simak baik-baik apa yang kami sampaikan.

Apel yaitu jenis buah-buahan yang menghasilkan, Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jikalau telah masak tetapi ada juga yang tetap berwarna hijau dan kuning  telah siap untuk di makan. Kulit buahnya agak lembek, Daging buahnya keras dan juga mempunyai beberapa biji di dalam dagingnya.Rasanya yang anggun yang di sukai kebanyakan orang, apel juga sanggup dipakai untuk diet.

Berikut ini yaitu seputar isu yang kami berikan untuk anda semuanya mengenai  Kabar Terbaru- Cara Budidaya Buah Apel

BUDIDAYA BUAH APEL

Yang pertama sekali di tanam buah apel tersebut di kawasan Asia tengah, Dan kini apel telah berkembang di banyak kawasan di dunia yang bersuhu udaranya lebih dingin. Apel yaitu merupakan tumbuhan buah tahunan yang berasal dari kawasan asaia barat dengan iklim subtropis. Dan di negara indonesia telah di tanam sejak tahun 1934 hingga dikala kini ini.

Syarat Tumbuh

1.     Iklim

  • Curah hujan yang ideal yaitu (1.000-2.600 mm/Tahun Dengan hari hujan 110-150 hari/tahun). Dalam setahun banyaknya bulan berair atau hujan yaitu 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Curah hujan yang tinggi pada dikala berbunga akan mengakibatkan bunga gugur sehingga tidak sanggup menjadi buah.
  • Tanaman Apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara (50-60%) di setiap harinya. Terutama pada dikala Pembungaan.
  • Suhu yang sesuai berkisar antara (16-27Derajat C).
  • Kelembaban udara yang di kehendaki atau di butuhkan tumbuhan Apel sekitar (75-85%).

Media Tanam

  1. Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam, Mempunyai lapisan Organik Yang tinggi, Dan Struktur tanahnya Remah dan Gembur, Mempunyai Aersi, Penyerapan Air, Juga Porositas baik. Sehingga pertukaran Oksigen dan pergerakan hara dan kemampuan penyimpanan airnya Optimal.
  2. Tanah yang cocok yaitu Latosol, Andosol dan Regosol.
  3. Derajat keasaman tanah pH yang cocok untuk tumbuhan apel yaitu 6-7 dan kandungan air tanah yang di butuhkan yaitu air yang tersedia.
  4. Dalam pertumbuhanya tumbuhan apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup.
  5. Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman, Sehingga apabila masih memungkinkan di buat terasering maka tanah masih layak di tanamkan.

Teknis Budidaya

1.      Pembibitan
Perbanyakan tanaman apel di lakukan secara Vegetatif dan generatif. Perbanyakan yang baik dan usang dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari Induknya. Teknik perbanyakan generatif di lakukan dengan biji, Sedangkan perbanyakan Vegetatif di lakukan dengan Okulasi atau penempelan (Budding) Atau Sambungan (Grafting) dan Stek.
  • Persyaratan Benih
  • Syarat batang bawahmerupakan Apel liar, Perakaran luas dan kuat, Bentuk pohon kokoh, Mempunyai daya pembiasaan yang tinggi, Sedangkan syarat mata tunas yaitu berasal dari batang tumbuhan apel yang sehat dan mempunyai Sifat-sifat Unggul. 
  • Penyiapan Benih
  • Penyiapan benih di lakukan dengan cara perbanyakan batang bawah di lakukan Langkah-langkah sebagai berikut yang di bawah ini :
a.       Anakan/ Siwilan 
  Ciri-ciri anakan yang diambil yaitu setinggi 30 cm, diameter 0,5 cm, Dan kulit batang Kecoklatan.
  Anakan diambil dari pangkal batang bawah tumbuhan produktif dengan cara menggali tanah di sekitar pohon, Kemudian anakan di cabut beserta Akar-akarnya secara berlahan-lahan dan Berhati-hati.
  Setelah anakan di cabut, anakan di rompes dan cabang-cabang di potong, kemudian di tanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.
b.      Rundukan (Layering)
Bibit hasil rundukan sanggup di peroleh dengan dua cara yaitu :
  • Anakan pohon induk liar
  • Anakan yang agak panjang di rebahkan menempel tanah, Lalu cabang di jepit kayu dan di itmbin tanah. Penimbunan di lakukan Tiap-tiap mata dan apabila telah cukup besar lengan berkuasa tunas sanggup di pisahkan dengan cara memotong cabangnya.
  • Perundukan tempelan batang sawah
  • Dilakukan pada waktu tempelan di buka (2 Minggu) Yaitu dengan memotong  2/3 serpihan penampang batang sawah. sekitar 2 cm diatas tempelan, dan serpihan atas karatan di benamkan di dalam tanah kemudian di tekuk lagi keatas. Kemudian pada tekukan di beri
Berikut ini yaitu seputar isu yang kami berikan untuk anda semuanya mengenai  Kabar Terbaru- Cara Budidaya Buah Apel
penjepit kayu atau Bambu.
  Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan, di lakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut di bawah keratan atau tekukan. Lalu bekas luka diolesi defolatan.
c.       Stek
Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm (Diameter seragam dan lurus), Sebelum di tanam serpihan bawah stek di celupkan larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan Akar. Dan jarak penanaman (30 x 25 cm) Tiap bedengan di tanami dua baris, Dan stek siap diokulasi pada umur 5bulan, dan beliau meter batang 1 cm dan perakaran cukup kuat.

Teknik Pembibitan

a.       Penempelan.
Pilih batang bawah yang memenuhi syarat, yaitu yang telah berumur 5 bulan, dan diameter batang  1 cm dan kulit batangnya gampang di kelupas dari kayu.
Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulanya. caranya yaitu dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5cm. (Matanya Di Tengah-tengah) Kemudian lapisan kayu di buang dengan hati-hati semoga matanya tidak Rusak.
Buat pengecap kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang di sesuaikan dengan mata tempel, Dan pengecap tersebut diungkit dari kayunya dan di potong setengahnya.
Masukkan mata tempel kedalam pengecap batang bawah sehingga menempel dengan baik Terus ikat temempelan dengan pita plastik putih dengan seluruh serpihan tempelan.
  Setelah 2-3 Minggu, Ikatan tempelan sanggup di buka dan semprot/kompres dengan (ZPT). Kemudian tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel yang berwarna hijau segar dan melekat.
Pada okulasi yang jadi, Kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 serpihan penampang. Tujuan untuk Mengkonsentrasiakan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata Tunas.
b.      Penyambungan
1.      Batang atas (Entres) berupa cabang (Pucuk cabang lateral).
2.      Batang bawah di potong pada ketinggian 20 cm dari leher akar.
3.      Potong pucuknya dan belah serpihan tengah batang bawah dengan panjang 2-5 cm.
4.      Cabang entres di potong sepanjang 15 cm (3 mata) Dan dauny di buang, Kemudian pangkal batang atas di iris berbentuk baji. Dan panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. 
5.      Btang atas di sisipkan kedalam batang bawah, Sehingga kambium keduanya sanggup bertemu.
6.      Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.
7.    Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik, Kemudian sesudah berumur 2-3 ahad kerudung plastik sanggup di buka untuk melihat keberhasilan sambungan.

Pemeliharaan Pembibitan

Pemeliharaan batang bawah mencakup :
a.       Pemupukan
Pemupukan di lakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP Masing-masing 5 gram per tumbuhan (Di sebar mengelilingi) di sekitar tanaman.
b.      Penyingan
Waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
c.       Pengiran
1 Minggu sekali (Apabila tidak Hujan).
d.      Pemberantasan Hama dan Penyakit
Di semprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan tanda-tanda serangan, Fungisida yang di pergunakan yaitu (Antracol atau Dithane). Sedangkan insektisida yaitu (Supracide atau Decis). Bersama dengan ini Dapat pula di berikan Pupuk daun, Dan di tambah perekat (Agristic).

Pemindahan Bibit

Bibit okulasi grafting atau (Penempelan dan sambungan) sanggup di pindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan sesudah okulasi. Di Iris-iris hingga 80-100 cm dan daun di rompes.

Pengolahan Media Tanam

a.       Persiapan
Persiapan yang di perlukan yaitu Persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. Dan tujuan untuk mengetahui jenis tanaman, Kemiringn tanah, Kedaan tanah, Menentukan kebutuhan tenaga kerja, Bahan peralatan, Dan biaya yang di butuhkan/perlukan.
b.      Pembukaan Lahan
Tanah diolah dengan cara menyangkul tanah sekaligus membersihkan Sisa-sisa tumbuhan yang masih tertinggal.
c.       Pembentukan Bedengan
Pada tumbuhan Apel bedeng hampir tidak di perlukan, Tetapi hanya peninggian alu penanaman.
d.      Pengapuran
Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah, Pengapuran hanya di lakukan apabila pH Tanah kurang dari 6.
e.       Pemupukan
Pupuk yang di berikan pada pengolahan lahan yaitu pupuk sangkar sebanyak (20 gram) per lubang tanam yang di campur merata dengan tanah, Setelah itu di biarkan selama 2 Minggu.

Teknik Penanaman

a.       Penentuan Pola Tanam
Tanaman apel sanggup di tanam secara monokultur maupun intercroping, Intercroping hanya sanggup di lakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun sebelum 2 tahun. Tetapi pada dikala ini, sesudah melalui beberapa penelitian intercroping pada tumbuhan apel sanggup di lakukan dengan tumbuhan yang berhabitat rendah, Seperti : Cabai, Bawang Dan yang lainya. Tanaman apel tidak sanggup di tnam pada jarak yang terlalu rapat alasannya yaitu akan menjadi sangat rimbun yang akan mengakibatkan kelembaban Tinggi, Sirkulasi Udara kurang, Sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit Jarak tanam yang ideal untuk tumbuhan apel tergantung varietas. Untuk varietas manalagi dan Prices Moble yaitu 3-3,5 x 3,5 m, Sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna sanggup lebih pendek yaitu 2-3 x 2,5-3 m.
b.      Pembuatan Lubang Tanam
Ukuran lubang tanm antara (50 x 50 x 50 cm) Sampai (1 x 1 x 1 m). Tanah atas dan tanah bawah di pisahkan, Masing-masing di campur pupuk sangkar Kurang lebih 20 kg, Kemudian tanah di biarkan selama 2 minggu, Dan menjelang tanam tanah galian di kembalikan sesuai dengan asal mulanya.


c.       Cara Penanaman
Penanaman apel di lakukan baik pada isu terkini hujan atau kemarau (Di sawah) untuk lahan tegal dianjurkan pada isu terkini hujan. Nah berikut di bawah ini cara menanam bibit apel yaitu :
1.      Masukkan tanah serpihan bawah bibit kedalam lubang tanam.
2.      Masukkan bibit di tengah lubang sambil diatar perakaranya semoga menyebar.
3.      Masukkan tanah serpihan atas dalam lubang hingga sebatas akar dan di tambah tanah galian lubang tersebut.
4.      Apabila semu tanh telah masuk, Kemudian tanah di tekan-tekan secara perlahan dengan tangan semoga agar bibit tertanam besar lengan berkuasa dan lurus. Dan untuk menahan angin, Bibit sanggup di tanam pada ajir dengan ikatan longgar.

Pemeliharaan Tanaman

1.      Penjarangan Dan Penyulaman
 Penjarangan tumbuhan tidak di lakukan. Sedangkan penyulaman di lakukan pada tumbuhan yang mati atau di matikan alasannya yaitu tidak menghasilkan dengan cara menanam tumbuhan barumenggantikan tumbuhan yang lama. Penyulaman sebaiknya di lakukan pada isu terkini hujan.
2.      Penyiangan
 Penyiangan hanya di lakukan di sekitar tumbuhan induk terdapat banyak gulma yng dinggap sanggup mengganggu tanaman. Pada kebun yang di tanami apel dengan jarak tanam yang rapat sehingga Rumput-rumput tidak sanggup tumbuh.
3.      Pembubunan
Penyiangan yang biasanya di ikuti dengan pembubunan tanah, Pembubunan di maksutkan untuk meninggikan kembali tanah di sekitar tumbuhan semoga tidaaak tergenang air dan juga untuk menggemburkn tanah. Pembubunan biasanya di lakukan sesudah Panen atau bersamaan dengan pemupukan.
4.      Perempalan/Pemangkasan
Bagian yang perlu di pangkas yaitu bibit yang gres di tanam setinggi 80 cm, Tunas yang tumbuh di bawah 60 cm, Tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk, 4-6 mata dan bekas tangkai buah, Knop yang tidak subur, Cabang yng berpenyakit, Dan tidak produktif. Cabang yang menyulitkan bulan hingga di sanggup bentuk yang di inginkan 4-5 tahun.
5.      Pemupukan
Musim hujan/ Tanah sawah. Bersamaan rompes daun.

Panen

Pada umumnya buah apel sanggup di panen pada umur 4-5 bulan sesudah bunga mekar. Dan tergantung pada varietas dan iklim. Rome beauty sanggup di petik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Dapat di panen pada umur 141 hari sesudah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi pada isu terkini hujan dan tempat yang lebih tinggi, Umur buah lebih panjang.

Pemanenan yang paling baik di lakukan pada dikala tumbuhan mencapai tingkat masak fisiologis (Ripening), Yaitu tingkat di mana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal sesudah di panen. Ciri masak fisiologis Buah apel yaitu : Ukuran buah terlihat maksimal, Aroma buah mulai terasa, Dan warna buah tampak cerah segar dan apabila di tekan terasa (Kres).

2.      Cara Panen
Pemetikan apel di lakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempk untuk setiap kebun.

Pasca Panen

1.      Pengumpulan
Setelah di petik, Buah apel di kumpulkan pada tempat yng teduh atau tidak terkena sinar matahari eksklusif semoga laju respirasi berkurang sehingga di dapatkan apel yang tinggi kualitas juga kuantitasnya. Penggumpulan di lakukan dengan Hati-hati kalau bisa jangan di tumpuk dan di lempar-lemparkan. Kemudian di bawa dengan keranjang di gudang untuk di seleksi.
2.      Penyortiran dan penggolongan
Penyortiran di lakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas dari penyakit dengan buah yang buruk atau buah yang berpenyakit. Agar penyakit tidak tertular keseluruhan buah yang di panen yang sanggup menurunan mutu produ. Penggolongan di lakukan untuk mengklasifikasikan produk menurut jenis variets, Ukuran dan kualitas buah.
3.      Penyimpanan
Pada dasarnya buah apel sanggup di simpan lebih usang di banding dengan buah-buahan yang lain, Misalnya, Rome beauty 21-28 hari (Umur petik 113-120 hari) Atau 7-14 hari (Umur petik 127-141 hari).Untuk penyimpanan lebih usang (4-7 bulan) Haruslah di simpan pada suhu minus 6-0 deajat C dengan precooling 2,2 derajat C.
4.      Pengemasan Dan Transportasi
Kemasan yang di gunakan yaitu kardus dengan ukuran (48 x 33 x 37 cm) Dengan berat 35 kg buah apel. Dasar dan diatas susunan apel perlu di beri potongan kertas dan di susun miring (Tangkaisejajar panjang kotak).Kemudian dasar kotak di isi 3-3 atau 2-2 atau juga berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.

Demikian pembahasan dari kami seputar Cara Budidaya Jambu Biji Dalam Pot atau Cara Budidaya Kelengkeng di Pot Tanaman Rumah sebagai sumber acuan untuk anada semuanya dalam melaksanakan perjuangan yang sedang anda tekuni, salam sukses untuk sahabat semuanya.

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed