oleh

Dukung Pemberlakuan PPKM Darurat, Polres Sragen, TNI dan Pemkab Laksanakan Apel Kesiap Siagaan

Polres Sragen –  Jajaran Kepolisian Resor Sragen ,Kodim 0725 , serta Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, bersinergi menggelar apel pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa Bali. Sabtu (03/07/2021).

 

Apel dipimpin langsung dua pucuk pimpinan Polri dan TNI, yakni Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi bersama sama Dandim 0725 Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno, bertempat di alun alun Sasono Langen Putro Sragen, mulai pukul 09.00 WIB.

 

Kapolres dalam amanatnya mengatakan, “ Hari ini mulai di berlakukan PPKM Darurat 2021, yang mana di dalam organisasi Polri, ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II. Bahwa kondisi covid 19 saat ini di kabupaten Sragen tidak dalam kondisi baik. Dimana di kabupaten Sragen, angka penambahan Covid 19 mencapai angka 125 sampai 150 orang terkonfirmasi positif perhari, “ tegasnya.

 

“Untuk itu, ini suatu kondisi yang mengkhawatirkan, di karena kemapuan instalasi kesehatan kita sudah mulai kewalahan. Tingkat keterisina tempat tidur, saat ini banyak yang sudah 100 % bahkan lebih sudah terliaht di mana mana”

 

“ Pandemi Covid 19 ini telah membuat kehidupan kita menjadi lebih sulit. Salah satu ikhtiar kita melalui pemrintah pusat adalah dengan pemberlakuan PPKM darurat ini. rencana pemberlakukan PPKM darurat mulai hari ini, 3 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021, “ tambahnya.

 

Pembatasan PPKM Darurat ini, sebagaimana di tegaskan Kapolres dilaksanakan secara serentak di Jawa dan Bali, di harapkan akan menurunkan angka Covid 19. Pola tindaknya, adalah menyiagakan personil sebanyak 1035 anggota Polri, peralatan.

 

“Ujung tombak kegiatan ini tentunya pemerintah daerah di bantu TNI dan Polri, “

 

“Esensi dari PPKM darurat adalah betul betul mengurangi intensitas kegiatan masyarakat. pemerintah juga telah mempertimbangkan hajad hidup orang banyak. Oleh karena itu bukan berarti melakukan penutupan terhadap seluruh sektor dalam durasi PPKM Darurat nanti, tetapi kita hanya melakukan pembatasan yang tidak perlu. Sektor yang di rasa bukan penting atau non esensial, tentunya akan di lakukan penutupan, “ urainya lagi.

 

“Titik keramaian baik di Kota Sragen sampai di lingkup sektor, akan di tutup pula. Titik keramaian itu seperti alun alun, stadion, gedung pertemuan, restoran, caffe, hotel , karaoke untuk sementara waktu tidak diijinkan aktifitasnya.

 

Kalau masyarakat membutuhkan makan, obat obatan, silahkan untuk membeli bawa pulang tidak untuk makan di tempat.

 

Sedangkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, Kapolres juga menegaskan bakal menutup jalan, dengan pengerahan personil dari Polri, TNI serta Dinas Perhubungan. Kecuali untuk penghantaran sektor penting seperti pelayanan medis, petugas keamanan, pengantaran bahan pokok dan obat obatan.

 

Sanksi tegas bakal diberkakukan pada pelanggar PPKM darurat.  Aturan PPKM Darurat itu sendiri, sudah ditegaskan pula oleh pemerintah daerah melalui Instruksi Bupati Sragen nomor 360/318/038  2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada kondisi darurat Corona Virus Disease 2019 di kabupaten Sragen, yang telah diterbitkan menyusul munculnya perintah PPKM Darurat oleh Presiden RI 2 Juli 2021 kemarin.

 

(Humas Polres Sragen)

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed