oleh

Apel Penanganan Covid di Sragen; Kapolda Jateng Bakal Tindak Tegas Penimbun Obat, Gas serta Penyebar Hoax

Polres Sragen – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari memimpin langsung pelaksanaan apel gelar pasukan penanganan Covid 19 di Polres Sragen. Selasa (06/07/2021) siang.

 

Apel gelar pasukan diikuti oleh sebanyak 900 personil penanganan Covid 19 di kabupaten Sragen, baik dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Tokoh masyarakat mulai dari lurah, Kades hingga Camat dan tokoh agama.

 

Secara keseluruhan, semua personil telah di siagakan baik oleh Kapolres Sragen, Dandim 0725 Sragen serta Bupati Sragen, untuk menangani  kasus Covid 19 di kabupaten Sragen. Dan untuk mencegah penularan Covid 19 oleh petugas, semua personil telah di swab antigen sebelumnya dengan hasil negatif.

 

“ Semua petugas sudah di Swab dan hasilnya negatif. Maskernya pun sudah dobel semua. Karena kegiatan ini perlu penekanan, maka perlu bersama sama kita disini, baik TNI, Polri maupun para stake holder, “ kata Kapolda menegaskan.

 

Lebih lanjut Kapolda menegaskan, masih dijumpai adanya issue penimbunan masalah obat dan tabung gas, serta beredarnya hoax yang beredar di beberapa wilayah. Ia akan menindak tegas, manakala menjumpai pelaku penimbunan serta penyebar berita hoax tersebut.

 

“ saya Kapolda Jawa tengah menegaskan, mengimabu kepada masyarakat , dalam situasi ini janganlah menimbun, terkait dengan gas atau obat. Direktorat Kriminal Khusus Polda jawa Tengah akan melakukan penindakan tegas sesuai koridor yang berlaku, manakala dijumpai masyarakat yang coba coba mencari keuntungan di tengah tengah kita yang lagi melaksanakan kegiatan PPKM Darurat, “ katanya.

 

Yang kedua issue Hoax masih mendominasi masyarakat kita. Tolong dihimbau untuk media untuktidak coba coba menggunakan hoax yang menimbulkan kegaduhan. Akan kita sidik dengan IT kita oleh direktoral IT kita, manakala kita jumpai berita hoax, “ tambahnya.

 

Kembali ke PPKM darurat, beberapa warga mungkin akan merasa keberatan dengan pembatasan yang dilakukan oleh TNI dan Polri.

 

“ Ini memang kita perlukan karena angka Covid tinggi, sehingga perlu diterapkan ini sampai tanggal 20 Juli 2021. Penetrasi yang kita lakukan baik pejabat Polda maupun Kodam  adalah mempertebal keyakinan kita dan meyakinkan kepada petugas untuk benar benar mampu melakukan kegiatan ini di lapangan. Dengan begitu masyarakat akan sadar, bahwa inilah kehidupan baru yang kita laksanakan., “ pungkasnya mengakhiri.

 

(Humas Polres Sragen)

 

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed