Patroli Polsek Jati Sasar Toko Emas Dan Obyek Vital

Polres Blora Polda Jawa Tengah |Untuk mewaspadai tindak kejahatan dan gangguan kamtibmas lainnya di wilayah kabupaten Blora, Polres Blora Polda Jawa Tengah intensif melaksanakan kegiatan patroli dan penjagaan. Salah satunya adalah patroli ke toko emas, obyek vital serta pusat keramaian masyarakat.

Patroli dilakukan dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran di 16 kecamatan. Seperti yang dilakukan oleh satu regu Patroli Polsek Jati, Senin, (26/09/2022).

Selain menyasar toko perhiasan (emas), patroli kepolisian Polsek Jati juga menyasar objek vital seperti kantor perbankan, sekolah, tempat ibadah, gerai gerai ATM, serta pusat keramaian masyarakat lainnya seperti pasar tradisional.

Patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi kejahatan konvensional seperti pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah setempat.

Kegiatan patroli dan sambang kamtibmas adalah instruksi langsung dari Bapak Kapolres Blora AKBP Fahrurozi untuk antisipasi tindak kriminal, salah satunya di toko emas agar situasi aman dan kondusif.

Dalam patroli tersebut petugas menyampaikan imbauan agar warga waspada terhadap gangguan kamtibmas. Selain itu juga waspada terhadap penipuan online.

“Sekaligus kita sampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Salah satu yang harus diwaspadai adalah penipuan online,” ucap Kapolsek Jati Iptu Subardi.

Iptu Subardi sudah berpesan kepada tim patroli agar tak bosan mengingatkan warga terkait penipuan. “Penipuan online bisa menyasar siapa saja. Apalagi diera perkembangan teknologi saat ini. Waspada jika ada yang menawarkan sesuatu ataupun meminta sesuatu jangan mudah percaya, apalagi orang yang tidak kita kenal,” urai Iptu Subardi.

Masih dalam patroli, tak lupa petugas mengimbau warga agar waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama saat bertransaksi di pasar tradisional, para pedagang pada umumnya belum mempunyai alat pendeteksi keaslian uang.

“Tak kalah penting hati hati saat bertransaksi waspadai peredaran uang palsu, terutama bagi para pedagang yang belum punya alat pendeteksi uang palsu,” pungkasnya.