Wajib Acungi Jempol, Kiat Bripka Dwi Santoso Bangun Pagupon Burung Hantu di Tanon Sragen, Petani Kini Tak Keluhkan Hama Tikus

  • Bagikan

Polres Sragen – Kiat salah satu Bhabinkamtibmas asal Polres Sragen, yang telah berjibaku bersama kelompok tani desa Pengkol kecamatan Tanon, membuat pagupon sarang burung hantu memang wajib di acungi jempol.

 

Bagaimana tidak, Bhabinkamtibmas desa Pengkol kecamatan Tanon Sragen bernama Bripka Dwi Santoso ini rela patungan dengan para gapoktan untuk membangun dan memelihara burung hantu, sebagai musuh alami tikus di area persawahan desa Pengkol.

 

Permasalahan hama tikus menjadi keprihatinan tersendiri baginya. Pasalnya, mayoritas para petani menggunakan cara memasang jebakan tikus beraliran listrik tegangan tinggi, untuk membunuh hama tikus di persawahan.

 

Cara itu sangat mematikan dan berpotensi pidana, karena memakan korban para petani yang memasangnya sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini, dan tercatat ada sejumlah 23 orang korban meninggal dunia, yang hampir semuanya adalah pemasangnya sendiri.

 

Berawal dari itulah, Dwi Santoso lantas memprakarsai para petani, mencari solusi pemberantasan hama tikus, tanpa harus berisiko mematikan, dan berpotensi pidana, dengan pembuatan pagupon bagi burung hantu.

 

Awalnya memang harus bersabar, karena tidak mudah membuat burung hantu mau bersarang. Namun wujud kesabaran para petani di wilayah Tanon inipun berbuntut manis, karena kini di area persawahan dimana terdapat pagupon burung hantu tersebut tidak lagi di keluhkan adanya hama tikus.

 

Hal ini pula menjadi perhatian khusus bagi Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, yang kemudian memberikan penghargaan atas prakarsa Bhabinkamtibmas Dwi Santoso, yang telah membangun dan turut andil membiayai pembuatan pagupon burung hantu tersebut bersama para petani sejak satu tahun lalu.

 

(ttk)

 

  • Bagikan