Puluhan Korban Jebakan Tikus Berlistrik Berjatuhan, Polres Sragen Bakal Tertibkan Pemasangan, Kerahkan Ratusan Bhabinkamtibmas

  • Bagikan

Polres Sragen – Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menegaskan akan memproses pidana pemasang jebakan tikus berlistrik. Terkait dengan kegiatan itu, dia kemudian melakukan koordinasi dengan pihak PLN pagi ini, Senin (10/01/2022).

 

Koordinasi dengan PLN Sragen, terkait potensi pelanggaran para pemasang jebakan tikus berlistrik tersebut, sebagai dasar upaya Polres Sragen, menertibkan pemasangan jebakan tikus menggunakan listrik bertegangan tinggi.

 

Seperti di sampaikan Kapolres pada apel pagi ini, bahwa konsepnya ini, mendukung Polda Jateng untuk menindak pemasang jebakan tikus berlistrik, tanpa menunggu jatuhnya korban kembali terjadi.

 

“ Kita dukung konsep Polda Jateng untuk menindak pemasang jebakan tikus berlistrik tanpa menunggu adanya korban kembali. Kita awali berkoordinasi dengan PLN, apakah itu ada pelanggarannya, “ kata Kapolres.

 

Hal itu di tegaskan Kapolres, demi menghadapi tantangan dari para petani yang mayoritas tidak mau melepas jebakan tikus berlistrik yang di pasangnya. Berawal dari itu, pihak kepolisian bakal meninjau aspek pelanggaran yang di lakukan pemasang dari segi perizinan atau administrasi, utamanya penggunaan listrik bertegangan tinggi.

 

Sementara itu, data yang dihimpun media, korban meninggal dunia akibat jebakan tikus berlistrik di kabupaten Sragen tercatat ada sejumlah 23 orang, dimulai sejak tahun 2020 lalu.

 

Meskipun angka tersebut tergolong tinggi, namun penegakan hukum terkait pemasangan jebakan tikus berlistrik ini belum di lakukan,  lantaran rata rata para korban adalah para pemasangnya sendiri. Hal itu pula, di karenakan polisi masih memperhatikan dampak sosiologi dari penerapan hukum pidana tersebut.

 

“ lebih banyak yang menjadi korban adalah pemasangnya sendiri. Jadi jangan sampai penerapan hukum yang kita laksanakan tidak menciptakan rasa keadilan, “ jelasnya.

 

Jurus lain yang dilakukan Kapolres Sragen untuk mencegah adanya kasus lain korban jebakan tikus berlistrik itu, Kapolres juga mengumpulkan para Bhabinkamtibmas dari Polsek jajarannya.

 

Kepada para Bhabinkamtibmas, Kapolres menugaskan mensosialisasikan serta mengingatkan para petani agar meninggalkan pemasangan jebakan tikus berlistrik yang berisiko mematikan, dan mengarah adanya tindak pidana bagi pemasangnya, yakni pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun tentang kelalaian yang menyebabkan kematian.

 

Lebih lagi, tambahnya, pemasangan jebakan tikus berlistrik adalah tindakan ilegal, karena mencurangi pemasangan listrik, yang awalnya di gunakan untuk pompa air, tapi di salahgunakan untuk pemasangan jebakan tikus.

 

(Humas Polres Sragen)

  • Bagikan