oleh

Polres Sragen Tangkap Komplotan Penipu, Korban Pengusaha Sembako Merugi 3.9 Miliar

Polres Sragen –  Jajaran Kepolisian Resor Sragen berhasil mengungkap sindikat penipu asal Purwodadi Jawa Tengah. Komplotan penipu lintas daerah ini di tangkap petugas, setelah kasusnya di laporkan oleh korban pada 19 Maret 2021 lalu.

 

Dari penangkapan itu berhasil di amankan satu orang pelaku Candra DM (41), sementara 2 rekannya dalam pengejaran Polisi, Senin (12/07/2021).

 

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi dalam keterangan persnya mengatakan, Pelaku DM berhasil diamankan petugas, sementara dua rekannya di nyatakan DPO dan masih dalam pengejaran petugas. Dua orang tersangka itu berinisial PW (25 dan ASC (22).

 

Keberadaannya masih di buru. Mereka sudah melakukan penipuan kelas kakap di Sragen, dan beberapa kabupaten lain diantaranya Demak , Grobogan dan pati, “ paparnya Senin (12/07/2021).

 

Kerugian yang harus di tanggung korban pengusaha  sembako asal Sidoharjo Sragen mencapai 3.9 Miliar.

Tindak pidana penipuan itu terjadi berkisar antara Nopember 2020 hingga Februari 2021. Semuanya terjadi di dua lokasi bank di Sragen.

 

Untuk menjerat korbannya, tersangka sengaja menarik perhatian korban, dengan menawarkan harga yang lebih murah dari pasaran.

 

Terbongkarnya aksi penipuan itu sendiri bermula lantaran para tersangka menggunakan label palsu milik perusahaan CV Srikandi Salsabila. Ia menawarkan produk produk sembako mulai dari susu, minyak goreng, royco, Mie kotak dan beberapa produk lainnya lagi.

 

Untuk lebih meyakinkan aksinya, tersangka mengajak korbannya mengunjungi salah satu gudang milik PT Unilecer dan Tan Oil Surabaya, diwilayah Purwodadi yang di akuinya produk tersebut berasal dari sana.

Dari situlah kemudian korban kemudian tertarik dan melanjutkan tahap transaksi uang untuk memesan barang di dua bank di Sragen total sebesar 3.9 Miliar.

 

Lantaran barang yang di pesan tak kunjung datang, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Sragen.

 

“ sudah dilakukan pendalaman kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan Sat Reskrim di dapat, bahwa baik PT Unilever dan Tan Oil tidak pernah menjalin kerjasama dengan tersangka. Dari pengusutan itu pula di dapat keterangan bahwa aksi tersangka tidak hanya di Sragen saja, malainkan juga di wilayah Pati , Demak, Grobogan,” tandasnya.

 

Dari penelusuran itu, kemudian di lakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya Perum cahaya griya mandiri  keluarahan Putat  kecamatan Purwodadi Grobogan.

 

Selain berhasil menangkap tersangka, petugas juga berhasil menyita barangbukti berupa satu unit computer yang diduga di gunakan tersangka dalam membuat dokumen untuk meyakinkan korbannya.

 

“ Berdasarkan fakta tersebut, terhadap tersangka kemudian disangka dengan tindak pidana, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, “ pungkas Kapolres.

 

(Humas Polres Sragen)

 

 

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed