Berita  

Peragakan Safety Riding, Warga Diajak Tertib Lalin

Batang – Satlantas Polres Batang bersama Komunitas Motor Box (Kombox) memperagakan safety riding atau berkendara secara aman dan nyaman, untuk mengajak warga berperilaku tertib berlalu lintas.

Kegiatan tersebut digelar secara serentak di seluruh Indonesia, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-76, dengan mengusung tema “Kampanye Tertib Berlalu Lintas”, di sepanjang Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Minggu (3/7/2022).

Kasatlantas Polres Batang, AKP Dhayita Daneswari mengatakan, peragaan safety riding ini sebagai upaya mengingatkan pengendara sepeda motor untuk selalu berhati-hati saat berkendara.

“Keselamatan adalah suatu kebutuhan bagi setiap pengendara maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Diundangnya Kombox untuk menunjukkan bahwa setiap pengendara baik anggota komunitas maupun masyarakat umum harus berkendara dengan baik demi keselamatan pengendara lainnya.

Ia menambahkan, untuk ketentuan berkendara wajib memakai sepatu dan dilarang memakai sandal, hingga kini masih didiskusikan di tingkat Korlantas Polri.

“Saat berkendara masyarakat diminta untuk bersepatu untuk menjaga keselamatan diri. Mayoritas berdasarkan data laka lantas, apabila ada kecelakaan tunggal atau lainnya, sering kali mengakibatkan selip di sandalnya,” ungkapnya.

Satlantas tetap mengimbau sebelum berkendara penuhi standar kendaraan maupun standar pribadi.

“Aturan kewajiban bersepatu saat berkendara, masih dalam tahap sosialisasi dan belum diterapkan sepenuhnya,” terangnya.

Untuk memeriahkan kegiatan tersebut, Satlantas turut menghadirkan Komunitas Motor Box (Kombox), yakni sebuah komunitas motor yang utamanya memiliki bagasi tambahan hingga tiga buah.

Pendiri Komnox Batang, Rustoni mengatakan, safety riding sangat penting bagi pengendara untuk mengurangi risiko fatal ketika terjadi kecelakaan.

“Harus pakai sepatu bukan sandal jepit karena kalau jatuh bisa meminimalkan lecet pada kaki, memakai celana panjang, jaket, sarung tangan dan helm SNI. Itu semua demi keselamatan diri, saat berkendara,” bebernya.

Ia mengimbau, seluruh pengendara selalu mematuhi peraturan lalu lintas.

“Kecepatan di jalan desa 40 km/jam dan perkampungan 20 km/jam agar ketika berpapasan dengan pengendara lain atau warga tidak kaget,” terangnya.

Ia menerangkan, kiprah Kombox tidak hanya untuk  melakukan perjalanan jauh di wilayah Jawa dan Bali saja. Namun secara sosial pun berkontribusi bagi sesama.

“Anggota kami ada 30 se-Kabupaten Batang dan ketika terjadi bencana turun langsung ke jalan untuk membantu donasi bagi saudara – saudara kita yang terdampak,” tandasnya.