Berita  

Jelang Hari Polwan Ke 74, Sekolah SMA dan SMK di Sragen Terima Program Police Goes To School, Stop Narkoba, Stop Bully dan Bijak Bermedia Sosial.

POLRES SRAGEN – Menyambut Hari jadi Ke 74, Polisi Wanita (Polwan) Polres Sragen menyapa siswa siswi SMA Negeri 3 Sragen dan SMK Sukowati Sragen, melalui program Polwan Goes To School.

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Sragen AKP Rini Pangestuti bersama sama team Polwan Polres Sragen, dalam kegiatan sosialisasi cegah cyberbullying, cerdas bermedia sosial serta pencegahan peredaran Narkoba dan obat obatan keras lainnya.

AKP Rini mengatakan bahwa selain dalam rangka menyambut Hari Jadi Polwan ke 74 oleh Polwan seluruh Indonesia, kegiatan ini pula merupakan kegiatan untuk mencegah terjadinya berbagai masalah anak, utamanya di lingkungan sekolah.

Para peserta sosialisasi terdiri dari siswa siswi seluruh perwakilan kelas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Program Police Goes To School ini membahas tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba yang disampaikan oleh AKP Rini, sedangkan Stop Cyberbullying disampaikan oleh Ipda Dwi Ida Susiani serta cerdas bermedia sosial oleh Aipda Lisa Megawati.

Dalam sosilisasinya, AKP Rini menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dan mengingatkan para siswa untuk menjauhi segala bentuk narkotika karena akan menghancurkan masa depan mereka.

“ lebih baik jangan mengenal, karena kalau sudah mengenal akan sulit melupakannya. Itu filosofi bila kita terjerat Narkotika. Saat seseorang sudah terjerat Narkotika, maka untuk terbebas dari Narkoba itu sulit. Awalnya korban mendapatkannya dengan gratis, namun setelahnya, mereka harus membayar dengan harga yang tidak murah, “ tandas Rini.

“Resiko terhadap ancaman hukumannya juga tidak ringan. Seorang pelajar bila terjerat penyelahgunaan narkoba dipastikan akan dikeluarkan dari sekolahnya, selain pula harus berhadapan dengan hukum. Itu sayang sekali, “ tambah Rini.

Sementara Ipda Dwi Ida menjelaskan bahwa cyberbullying di lingkungan sekolah atau disebut perundungan dilingkungan sekolah, menggunakan media telekomunikasi seperti internet dan telepon, biasanya dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuasaan kepada yang dianggap lemah. Misal, senior kepada junior atau anak populer kepada yang kurang populer di lingkungan sekolah.

Dia berharap, siswa siswi bisa membangun kondisi dan situasi yang lebih baik, bebas bully, dengan bisa bersikap dan merespon yang lebih bijaksana. Bahwa Bully bisa memiliki dampak secara mental, emosional dan fisik, yang kesemuanya akan mengakibatkan rasa malu, kesal bahkan berakibat pada keadaan psycologis yang kurang baik bagi korban Bully.

Dia juga mengimbau kepada para siswa siswi bila mana ada kasus tersebut, mereka berani melaporkannya ke Polres Sragen.
“Kami akan merespon dan melakukan penyelidikan. Tidak perlu takut melapor ke Polres Sragen, “ ujarnya.

Dalam kesempata ini pula, para siswa juga diberikan trik menggunakan media sosial yang aman, antara lain bijak dalam membuat konten atau memilih foto yang akan di posting. Selain itu pula, berhati hati dalam memberi komentar di media sosial, harus bijak.

Hal itu seperti disampaikan Aipda Lisa megawati dalam sosialisasnya. Dia juga mensuport para siswa siswi agar tidak aneh aneh saat bermedia sosial.

“ saat berinterkasi melalui media sosial, kita harus cerdas. Ingat saat ini sudah ada undang undang yang mengatur atau menjerat, yakni dasar hukum yang mengatur seputar informasi dan transaksi elektronik, perlindungan terhadap anak serta pornografi, “ kata Mega.

Disesi akhirnya, Mega juga mengimbau para pelajar untuk mewaspadai kejahatan online, perilaku pedofil online, Child Grooming, sextortion, Love Scam, SiberBullyng, dan tak kalah penting penipuan online.

(Humas Polres Sragen)