Dua Anak Yatim Piatu di Masaran Peroleh Perhatian Khusus dari Kapolres Sragen, Ternyata Hidupnya Seperti Ini…

  • Bagikan

SRAGEN –  Di mulai saat mendukung program “Aku Sedulurmu” yang di luncurkan oleh Kapolda Jateng, kemudian menguak kisah pilu dua orang anak yatim piatu akibat covid-19, saat di kunjungi Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi bersama istrinya. Minggu (15/08/2021).

 

Kapolres saat berkunjung ke rumah dua anak yatim piatu yang baru saja di tinggalkan ayahnya meninggal akibat terpapar Covid-19 kemudian membuka tabir, betapa gigihnya dua anak yang kini menjadi yatim piatu tersebut berjuang melawan kerasnya hidup.

 

Ia adalah Anan Mustofa (21) dan Nova Abdul Rohman (10), mereka terlahir dari ibu bernama almarhumah Dwi Purwanti dan Almarhum Slamet, beralamat di Dukuh Craken Tirtomoyo RT 44  Desa Masaran kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.

 

Kepada media, Kapolres menceritakan, bahwa kisah ini berawal saat sepuluh tahun silam Slamet yang juga ayah kedua anak yatim piatu Anan dan Nova ini di tinggalkan istri tercintanya, yang meninggal akibat sakit kanker.

 

Karena menanggung kesedihan mendalam, Slamet akhirnya menderita sakit strooke hingga puluhan tahun. Kondisi Slamet kemudian di perparah kala dirinya juga terpapar Covid-19, yang kemudian merenggut jiwanya hingga meninggal dunia pada 12 Juli 2021 lalu. Sontak hal itu membuat kedua putra ini kini menjadi yatim piatu, akibat terdampak covid-19.

 

Kisah sendu ini seperti di tuturkan Kapolres, bahwa Anan kakak dari Nova sepeninggal ibunya sepuluh tahun silam, harus menanggung beban mencari nafkah untuk keluarganya, lantaran ayahnya juga  menderita sakit strooke hingga akhir hayatnya.

 

Dengan hanya bermodal ijazah Sekolah Dasar (SD), Anan yang kala itu masih berusia 10 tahun, kemudian mencari nafkah untuk menghidupi ayah dan adiknya yang kala itu juga masih berusia 1 tahun.

 

Diusianya yang sangat belia itu, ia bahkan tak memikirkan lagi soal pendidikan. Yang terpikir di benaknya hanyalah bagaimana mencari nafkah, bisa mencari makan untuk keluarganya.

 

Ia kemudian mulai mengerjakan pekerjaan serabutan, membantu para tetangga atau orang yang membutuhkan jasanya untuk memperoleh upah seadanya.

 

Miris memang apa yang terjadi pada diri kedua anak yatim piatu ini. Bersyukur, kondisi mereka kemudian tersampaikan kepada Kapolres Sragen.

 

Awalnya Kapolres bersama istrinya, mendatangi rumah Anan dan adiknya Nova dengan membawa bingkisan berupa kebutuhan dapur seperti beras dan berbagai macam sembako.  Namun melihat kondisi mereka yang tak memiliki bahkan sepeda ontel, Kapolres kemudian mengirimkan sepeda baru kepada mereka.

 

Tangis haru terlihat pecah saat mereka kedatangan tamu polisi yang ternyata orang nomor satu di Sragen. Terlebih kunjungan mereka menjawab doa yang selama ini di ucapkannya, berharap ada tangan tangan Malaikat yang bisa melihat kondisi kekurangannya.

 

Saat ini, Anan dan adiknya Nova dalam pengawasan salah satu kerabatnya, bernama ibu Ngatinah (50). Saat Kapolres berkunjung, kedua putra yatim piatu ini, terlihat di dampingi ibu Ngatinah yang tinggal tak jauh dari rumah mereka.

 

(Humas Polres Sragen)

 

 

  • Bagikan