Berita  

Bhabinkamtibmas Inspiratif di Sragen, Pengagas Lembaga Sosial Rumah Peduli Yatim Dhuafa, Stimulus Peternak Capai Ratusan Ekor

Bhabinkamtibmas Inspiratif di Sragen, Pengagas Lembaga Sosial Rumah Peduli Yatim Dhuafa, Stimulus Peternak Capai Ratusan Eko

SRAGEN – Kisah insipiratif seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sumomorodukuh Plupuh Sragen, Aiptu Budi Wahono, S.H.

Seorang Polisi Penggagas Lembaga Sosial Yakni Rumah Peduli Yatim Dhuafa Di Desa Sumomorodukuh Kecamatan Plupuh Kab. Sragen.

Aiptu Budi berhasil membantu banyak warga yang kesusahan secara ekonomi dan finansial, melalui Rumah Peduli Yatim dan Dhuafa Desa Somomorodukuh yang ia gagas.

Lembaga ini dengan rutin menyalurkan bantuan kepada 60 warga Desa Somomorodukuh secara bergiliran setiap bulannya. Rumah Peduli Yatim Dhuafa itu kini dihuni 40-an anak yatim dan piatu.

Kepedulian terhadap anak yatim untuk mendapatkan pendidikan melalui beasiswa, dan membantu mencarikan lowongan pekerjaan bagi kaum dhuafa, juga gencar dilakukan Aiptu Budi sejak 2019.

Hasilnya, 3 anak yatim yang dia didik berhasil bekerja di perusahaan swasta ternama.

Aksi sosialnya ini muncul begitu Budi Wahoni mendapat tugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas di Mapolsek Plupuh dan melihat kondisi warga di sekitar rumahnya yang membutuhkam uluran tangan, terutama dalam segi ekonomi.

“Ini berawal dari tetangga sekitar saya yang banyak warga yang kekurangan di sini, daerah miskin. Terus saya mengawali dengan mengumpulkan donasi dari keluarga saya terlebih dulu. Saya belanja dan membagikan sendiri kepada warga,” kata nya saat di temui team media.

Banyaknya kelompok rentan membuat Aiptu Budi Wahono mengaku kewalahan. Inisiatif muncul dari pikiran Aiptu Budi dengan mengumpulkan kepala desa (Kades) dan perangkat desa bersama Babinsa untuk membentuk suatu lembaga, yakni Rumah Peduli Yatim Dhuafa Desa Somomorodukuh.

“Tujuannya, tidak ada niatan lain terkecuali hanya untuk mencari wajah Allah. Setelah itu kami ingin memberikan wadah kepada anak-anak di sini, yang secar kebetulan ditinggal orang tuanya untuk tetap mendapatkan kelayakan dalam hidupnya,” jelasnya.

Selain itu, pak bhabin ini juga membentuk kelompok ternak, dan menstimulus para peternak dengan beberapa ekor kambing.

Sampai saat ini, jumlah kambing tersebut sudah mencapai 60 ekor indukan dari 25 orang peternak.

Sehingga bila di cacah secara keseluruhan, jumlah kambing tersebut sudah mencapai ratusan ekor, dengan sistem bagi hasil.

” Sampai sekarang, peternakan tersebut masih berjalan dan berkembang menjadi ratusan ekor kambing di desa binaan saya, ” ungkap Budi.