oleh

Antisipasi PSBB, Bhabinkmatibmas Polsek Tanon Sragen Himbau Warga Binaannya Untuk Adakan Tahlilan Tidak Mengundang Banyak Orang

Sragen-Sehubungan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bhabinkamtibmas Polsek Tanon Polda Jawa Tengah Bripka Eko Marsono melaksanakan himbauan kepada warga binaannya untuk mengadakan Tahlilan dengan tidak mengundang banyak orang, Selasa (14/04/2020).

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar diberlakukan setelah Pemerintah Kabupaten Sragen mengumumkan bahwa Kabupaten Sragen saat ini berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa) Corona, setelah 2 warga Kabupaten Sragen Positif terjangkit Covid-19.

Kegiatan-kegiatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 telah dilaksanakan oleh Personel Polri termasuk Bhabinkamtibmas Polsek Tanon Bripka Eko Marsono yang berupaya memberikan himbauan dan pemahaman kepada warga binaannya yang akan melangsungkan kegiatan tahlilan.

Dalam upayanya Bhabinkamtibmas memberikan himbauan kaitannya dengan bahwa Kabupaten Sragen sudah masuk Zona merah dimana Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati sudah mengumumkan bahwa ada 2 warganya yang terpapar Virus Corona untuk itu dari Pemerintah Kabupaten telah menetapkan bahwa Kabupaten Sragen berstatus menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) Corona, dimana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya mohon maaf sebelumnya, dan berharap kepada bapak untuk mentaati Kebijakan Pemerintah Demi Kepentingan Bersama, untuk kegiatan tahlilan apabila memang tidak bisa ditiadakan lagi, saya mohon kegiatan tetap berlangsung akan tetapi dengan paling banyak 10 orang saja dan jarakpun harus dijaga”, tutur Bhabinkamtibmas dengan humanis.

Kegiatan tahlilan rencananya akan diselenggarakan di rumah Bapak Wandi Dukuh Trombol Rt. 22, Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Sragen.

Dari himbauan yang disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Tanon, pihak keluarga ataupun tuan rumah dapat memahami terkait situasi saat ini, dan kegiatan Tahlilan rencananya akan dilaksanakan sesuai himbauan dan kebijakan Pemerintah melalui Bhabinkamtibmas untuk tidak mengundang banyak warga diharapkan hanya beberapa tokoh agama atau masyarakat setidaknya 10 orang.

(Benro Humas Tanon)

 Digital Marketing SMM Panel Spotify Bot Instagram Verified

Komentar

News Feed