Berita  

2 Truk Pengangkut Sapi Diperiksa Team Penyekatan Polres Sragen, Hasilnya Semua Hewan Dinyatakan Sehat

SRAGEN –  Untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan utamanya sapi yang hingga kini masih mewabah, Polres Sragen membatasi lalu lintas perjalanan dari arah Jawa Timur ke Sragen.

 

Lalu lintas sapi hanya diizinkan melintas Sragen dengan syarat mengantongi surat keterangan kesehatan bebas PMK dari dinas kesehatan Jawa timur, dan bila tidak ada surat tersebut, Polres Sragen akan mengembalikan perjalanan hewan tersebut kembali ke asalnya (Jatim).

 

Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama dalam pernyataannya, usai memimpin kegiatan pembatasan berupa penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Tengah Banaran Sragen dengan Propinsi Jawa timur tersebut.

 

Kegiatan ini melibatkan pula dari instansi terkait yang juga hadir berdampingan dengan Kapolres diantaranya, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sragen Rina Wijaya, drh. Toto Sukarno Kabid Keswan Dinas Peternakan dan perikanan Kab. Sragen, drh. Ana Margaretha Fungsional medik veteriner Dinas Peternakan, Kasi Observasi dan pengamatan penyakit Umi Wiratri, drh. Agus Toto dari PDHI jateng IV korwil Sragen, drh. Mila dari Disnakan Prov. Jateng.

 

“Tujuan diadakan penyekatan ini, untuk mengidentifikasi dan mencegah hewan ternak khususnya sapi yang terkonfirmasi virus PMK dari Jawa Timur masuk di Wilayah Kab. Sragen, “ ujar Kapolres.

 

“ Kegiatan ini pula di adakan, setelah pihak Kepolisian mendapatkan informasi dari dinas peternakan terkait pasar hewan yang berasal arah Ngawi di bawa ke wilayah Sragen. Sapi dapat di jual di wilayah Sragen, asalkan ada surat keterangan bebas PMK dari dinas kesehatan Ngawi. Kalau tidak ada surat tersebut kita kembalikan, “ tambahnya.

 

Seperti diuraikannya, bahwa kejadian PMK terjadi di kecamatan Plupuh, dimana sapi yang terjangkit PMK tidak mau makan, kuku copot sehingga kaki sapi tidak bisa berdiri dan berujung kematian.

 

Kegiatan ini terbagi menjadi tiga bagian penyekatan diantaranya di Sambungmacan, Kecamatan Jenar dan kecamatan Gondang, dimana ketiga kecamatan tersebut masing masing berbatasan langsung dengan kabupaten lain.

 

Dalam kegiatan ini pula, Kapolres bersama team telah memeriksa dua kendaraan dari dalam wilayah Sragen, yang memuat hewan sapi yang akan di jual oleh pedagangnya.

 

Dua kendaraan tersebut bernomor polisi W 8932 PD, memuat dua ekor sapi jenis limosin dan metal , berasal dari Banaran, Sambungmacan milik saudara Fariz Usmar Efendi warga Dukuh Sumberagung Kecamatan Sambung macan, Sragen. Dalam pemariksaannya, hewan tersebut oleh team dinyatakan sehat.

 

Satu kendaraan lain yang telah di periksa, yakni kendaraan truks bernomor polisi D 8249 AB, memuat seekor sapi jenis begon atau lokal berasal dari kedung bulus, kecamatan Jenar yang akan diangkut menuju Desa Toyogo, Kec. Sambungmacan, Sragen. Dan dari hasil pemeriksaan oleh team, sapi tersebut juga di nyatakan sehat.

 

Kapolres bersyukur, meski pemeriksaan dilakukan secara ketat, namun para pedagang tidak merasa terganggu oleh aktifitas petugas di lapangan. Lalu lintas perjalanan hewan sapi pun juga bisa terpantau, untuk menghindari penularan PMK semakin meluas.

 

Kapolres bersama sama team,  juga mengajak kepada segenap warga Sragen, untuk melaporkan kepada pihak berwenang, bila mendapati hewan sapi atau hewan lainnya yang terindikasi tertular PMK.

 

Dalam kesempatan itu pula, dirinya juga mengimbau agar warga Sragen tidak perlu panik akan wabah ini. Pencegahan penularan PMK akan di lakukan secara masif, oleh baik pihak Kepolisian di 20 jajaran Polsek, bersama sama dinas terkait lainnya.

 

(Humas Polres Sragen)